Laporkan Masalah

Efektivitas Program Pemberdayaan petani Ikan Oleh Bidang Perikanan Dinas Pertanian Perikanan Dan Kehutanan Kabupaten Sleman

UTAMI, Sri, Agus Heruanto Hadna

2010 | Tesis | Manajemen dan Kebijakan Publik

Selama ini BPS selalu menyajikan data bahwa penduduk miskin dipedesaan cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan daerah perkotaan. Data ini secara implisit menyatakan penduduk yang bertumpu pada sektor agraris adalah miskin dibandingkan dengan yang berada di sektor lainnya. Kondisi ini terjadi karena petani di Indonesia rata-rata mempunyai keterbatasan yang lebih merupakan karakeristik mereka, yaitu keterbatasan sarana produksi, kepemilikan lahan, akses permodalan, informasi dan teknologi, akses pasar dan infrastruktur produksi. Sementara itu Pemda Kabupaten Sleman mengklaim berhasil meningkatkan produktivitas petani ikan sebesar > 20% selama tiga tahun terakhir, berkat usaha pemberdayaan petani ikan melalui DPM. Atas dasar data tersebut penulis termotivasi untuk meneliti tentang bagaimana efektivitas program pemberdayaan petani ikan serta faktorfaktor apa yang mempengaruhi efektivitas program pemberdayaan petani ikan oleh Bidang Perikanan. Dalam penelitian ini penulis mengukur efektivitas program pemberdayaan dengan indikator output dan outcome Program DPM. Sementara faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program adalah komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Evaluasi formal terhadap kebijakan pemberdayaan ini dilakukan dengan menggabungkan antara pendekatan kuantitatif kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan metode survei melalui kuesioner, sedang data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis, peneliti menyimpulkan efektivitas program pemberdayaan petani melalui Program DPM adalah tinggi secara kualitas, sesuai dengan rencana program baik output maupun outcome. Namun secara kuantitas, efektivitas program pemberdayaan petani ikan masih sangat rendah, karena baru menjangkau 47,76% dari KPI yang sudah tercatat dalam buku Profil Keluarga Perikanan Sleman, bahkan kurang dari 15 % dari seluruh petani ikan di Kabupaten Sleman yang berjumlah 28.075 orang. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya efektivitas program pemberdayaan petani ikan secara kualitas adalah : a). Komunikasi yang interaktif antara PPL Perikanan dengan para petani ikan sebagai kelompok sasaran maupun komunikasi intern pemerintah sebagai keputusan sekaligus implementor program; b). Faktor sumberdaya, terutama peralatan, informasi dan kewenangan yang dimiliki oleh Bidang Perikanan, PPL Perikanan dan Pengurus KPI; c). Disposisi pelaku kebijakan program DPM, yang didukung dengan adanya tunjangan fungsional PPL perikanan, BOP dan biaya operasional program DPM; serta d). Struktur organisasi yang telah disederhanakan dan kejelasan mekanisme program DPM. Rendahnya efektivitas program pemberdayaan petani ikan melalui Program DPM disebabkan oleh terbatasnya faktor sumber daya anggaran, baik yang bersumber dari APBD II, APBD I maupun APBN, serta terbatasnya SDM, khususnya PPL Perikanan. Untuk mengatasi terbatasnya sumberdaya anggaran, penulis menyarankan adanya kerjasama antara Bidang Perikanan, BRI yang memiliki Program KUR, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang memiliki program PNPM serta perusahaan-perusahaan penyedia sarana prasarana produksi ikan seperti pupuk, pakan ikan dan obat-obatan bagi ternak ikan.

Kata Kunci : pemberdayaan Masyarakat Petani


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.