REKRUTMEN CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PARTAI POLITIK LOKAL DI KOTA BANDA ACEH STUDI KASUS PADA PARTAI ACEH
SAIPAN SAPUTRA, Haryanto
2010 | Tesis | Ilmu PolitikSalah satu hal yang disepakati dalam MoU Helsinki yang telah ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki adalah pada aspek politik dengan adanya partai lokal di Aceh. Salah satu partai lokal yang lolos verifikasi untuk mengikuti pemilihan umum tahun 2009 adalah Partai Aceh. Sebagai partai baru, rekrutmen politik menjadi faktor penentu kemenangan Partai Aceh dalam Pemilu Legislatif Tahun 2009 di Aceh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan mekanisme rekrutmen politik calon anggota legislatif dari Partai Aceh pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2009. Penelitian ini mengukur derajat demokrastisasi proses rekrutmen yang dilaksanakan oleh Partai Aceh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek kajian adalah partai politik lokal (Partai Aceh) di Kota Banda Aceh. Rekrutmen dioperasionalisasikan dengan indikator kualitas kandidat, keterbukaan proses rekrutmen, partisipasi elemen masyarakat, dan pengembangan basis atau jaringan dengan komunitas sipil. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode wawancara, dan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kandidat Partai Aceh relatif sudah memadai dilihat dari sisi pendidikan, ini ditandai dengan keseimbangan yang terlihat dari tingkat pendidikan caleg antara lulusan SMA dengan Sarjana. Pengalaman politik yang dimiliki oleh caleg juga masih kurang, dikarenakan caleg yang lolos merupakan orang-orang baru yang memiliki pengalaman dalam perpolitikan masih rendah. Pengakuan atau penerimaan masyarakat yang dilihat dari popularitas di masyarakat pada calon anggota legislatif Partai Aceh sudah ada. Tingkat popularitas calon anggota legislatif dari Partai Aceh relatif tinggi, karena penyaringan dari tingkatan paling bawah juga melibatkan berbagai struktur dalam masyarakat yang mempunyai kekuatan dalam masyarakat. Secara De Joure, proses rekrutmen yang dijalankan oleh Partai Aceh sudah terbuka, namun secara De Facto, proses rekrutmen yang dilaksanakan masih bersifat eksklusifisme terutama dalam hal tim yang melaksanakan rekrutmen. Partai Aceh juga tidak menggunakan media massa atau media elektronik untuk melakukan sosialisasi tentang proses rekrutmen politiknya, Dalam hal partisipasi elemen masyarakat, Partai Aceh melakukan political tracking para calon anggota legislatif oleh masyarakat dari tingkat paling bawah (Gampong/Desa) dan juga memanfaatkan media untuk melakukan political tracking. Dalam pengembangan basis atau jaringan dengan komunitas sipil guna menjalankan rekrutmen politik, Partai Aceh memanfaatkan organisasi yang menjadi underbownya, yaitu Komite Peralihan Aceh (KPA). Dalam hal pengembangan basis atau jaringan dengan komunitas sipil, para calon anggota legislatif dari Partai Aceh juga melakukan kontrak sosial. Kata Kunci : Partai Politik, Partai Politik Lokal, Partai Aceh dan Rekrutmen
Kata Kunci : Pemilu