PENINGKATAN PERAN POLITIK PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK DI KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH
SARTIKA MAYASARI, Cornelis Lay
2002 | Tesis | Ilmu PolitikPeningkatan peran perempuan dalam partai politik mulai terlihat pasca Gayo Lues dimekarkan dari Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2002. Faktor dominasi suku Alas menjadi kendala yang kuat terhadap kurangnya peran perempuan dalam partai politik disamping terdapat beberapa nilai dalam masyarakat yang belum menerima perempuan sebagai aktor publik, seperti halnya nilai struktural dan kultural yang terjadi pada saat itu. Faktor struktural yang dimaksud dalam penelitian ini terdiri dari: (a) aturan hukum yang belum sensitif terhadap hak perempuan, (b) tingkat ekonomi perempuan yang belum mandiri serta rendahnya tingkat pendidikan perempuan. Sedangkan Faktor kultural yang terjadi sebelum pemekaran seperti budaya lokal dan budaya politik ditingkat lokal yang sangat maskulin serta terdapat perbedaan perspektif sebagian masyarakat terhadap ajaran Islam. Namun pasca Gayo Lues dimekarkan perempuan mulai berperan menjadi anggota partai politik. Salah satu dari mereka menjadi pimpinan partai politik yaitu Ibu Nurhayati dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan peran politik perempuan dalam partai politik pasca Kabupaten Gayo Lues setelah dimekarkan. Peneliti juga ingin mengetahui bahwa setelah terjadi pemekaran, apakah paradigma politik di Gayo Lues mengalami peberubahan berdasarkan nilai struktural dan kultural. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapun analisa data yang digunankan adalah dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik analisa ini didasarkan pada hasil temuan data penelitian dengan memperhatikan permasalahan, tujuan penelitian dan fenomena yang terjadi dibalik kondisi yang ada kemudian interpretasikan. Hasil penelitian ini bahwa peningkatan peran perempuan dalam partai politik terjadi dikarenakan : 1) Pemekaran daerah membuka peluang bagi perempuan Gayo Lues terlibat dalam partai politik. 2) Pasca Kabupaten Gayo Lues dimekarkan telah terjadi beberapa perubahan nilai dalam masyarakat seperti nilai struktural dan kultural. Nilai struktural yang berubah antara lain seperti aturan hukum yang sensitif gender sudah mulai ada, tingkat ekonomi perempuan sudah mulai mandiri, namun tingkat pendidikan perempuan masih rendah. Adapun nilai kultural yang mulai berubah antara lain seperti: perspektif sebagian masyarakat mengenai ajaran Islam yang melarang perempuan terlibat dalam politik mulai pudar seiring perkembangan informasi dan kehidupan sosial dan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues. Adapun saran dan rekomendasi penulis dalam penelitian ini antara lain: 1) Diharapkan kepada partai politik di Kabupaten Gayo Lues agar lebih meningkatkan peran perempuan dalam partai politik. Khususnya melalui peningkatan Sumber Daya Perempuan dalam Partai Politik. 2) Seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Gayo Lues berkewajiban mengupayakan perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam partai. 3) Setiap anggota partai politik berkewajiban untuk melakukan advokasi kepada para pemimpin partai-partai politik di Kabupaten Gayo Lues agar dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya mengakomodasi perempuan dalam partai politik di Kabupaten Gayo Lues. 4) Pemerintah daerah dan seluruh pengurus inti partai politik yang ada di Kabupaten Gayo Lues berkewajiban meningkatkan perekonomian perempuan melalui pemberdayakan ekonomi perempuan melaui pelatihan dan pengembangan usaha mandiri. Keywords: peningkatan peran, perempuan dalam partai politik.
Kata Kunci : Perempuan; Partai Politik