MENGURAI TABIR POLITIK MEDIA (refleksi kritis atas kualitas kontrol terhadap Pemberitaan Media Cetak Lokal Kalimantan Post)
Athif Raihan, Purwo Santoso
2010 | Tesis | Ilmu PolitikBerkembangnya kebebasan pers telah membuat elit poltik di Banjarmasin mudah untuk memuluskan kepentingannya dalam hal perpolitikan dan usaha bisnis melalui pemberitaan media. Hal ini mengakibatkan media dijadikan sebagai alat kepentingan ekonomi dan politik, sehingga media kurang dapat berlaku netral, jujur, adil, objektif dan terbuka dalam menyajikan berita maupun opini. Karena pengaruh ekonomi dan politik di media, maka permasalahan pada penelitian ini mengangkat tentang kualitas kontrol terhadap pemberitaan politik di media cetak lokal di Banjarmasin dalam kerangka liberalisasi media? Sebagai upaya untuk mencapai kesimpulan dari pertanyaan penelitian, dilakukan pelacakan kinerja kontrol pemberitaan di media cetak Kalimantan Post. Sebagai acuan teori adalah berkaitan dengan kontrol terhadap pemberitaan media tidak lepas dari faham liberal yang berkembang, serta kekuatan intervensi eksternal yang dapat berpengaruh terhadap kontrol pemberitaan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan dengan melihat konteks pemberitaan serta proses politik keredaksian Kalimantan Post. Dengan pendekatan ini maka unit analisisnya adalah pimpinan dewan redaksi, wartawan serta pemilik Kalimantan Post. Dari analisa data penelitian, pergeseran media dari masa otoriter kearah liberal ternyata belum memperkuat indepedensi dan kemandirian kontrol pemberitaan yang dimiliki media. Lemahnya independensi dan kemandirian kontrol pemberitaan juga terlihat dari ketiadaan kebijakan redaksi dalam menentukan standar pola pemberitaan, konteks dan kontrol pemberitaan, dan tidak adanya code of conduct sebagai dasar standart kepantasan pemberitaan serta lemahnya politik ruang redaksi melakukan self-control dan self-censorship sehingga berita yang dimuat menjadi bias. Hal ini menjadikan lemahnya komitmen etik dewan redaksi dalam menjalankan moral publik yang liberal. pada sisi lain pergeseran media dari masa otoriter kearah liberal membuat peralihan hegemoni kontrol media masa dari intervensi kontrol dari lembaga sensor pemerintah kepada kontrol yang berasal dari ancaman hegomoni atas nama rasionalitas industri media. hegemoni itu adalah kuatnya pembisnis media dan elit politik yang mempengaruhi control terhadap pemberitaan. Artinya degradasi nilainilai kebebasan pers terjadi karena persinggungan antara eksternal media dari elit politk dan pengusaha dengan etika media. Kata Kunci: kabebasan pers, kontrol pemberitaan, intervensi kepentingan, kemandirian pers
Kata Kunci : Jurnalistik