PERUBAHAN ORIENTASI POLITIK LUAR NEGERI CINA: Dari Konservatisme ke Pragmatisme
Andi Henra Wijaya, Usmar Salam
2010 | Tesis | Ilmu Hubungan InternasionalPenulisan tesis ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami persoalan orientasi politik luar negeri Cina dari Konservatisme ke Pragmatisme. Bagaimana proses terjadinya perubahan itu dan sejauh mana perubahan orientasi tersebut dapat bertahan dan mengapa hal itu bisa terjadi. Terdapat dua indikator dalam melihat kasus tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah dengan skema pembuatan kebijakan menurut David Snyder yang menekankan pada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perubahan orientasi politik luar negeri Cina. Secara internal didorong oleh kebijakan reformasi ekonomi oleh Deng Xiaoping dan kepentingan ekonomi Cina untuk menarik Investasi asing yang sebesar-besarnya masuk ke Cina. Secara eksternal didorong oleh Melemahnya hubungan Cina dengan Uni Soviet, Perubahan sikap Amerika Serikat terhadap Cina, Pengaruh Globalisasi dan Kapitalisme barat, Pengaruh Politik Internasional di Kawasan Asia (Asia Timur, Asia Pasifik dan Asia Tenggara ). Disamping faktor tersebut, pragmatisme Cina pasca Deng tetap bertahan dan dilanjutkan oleh generasi ke tiga dan ke empat yaitu Jian Zemin dan Hujintao. Konsep ini tetap bertahan, tidak hanya karna faktor aktor negara tetapi juga didukung oleh system yang kokoh yaitu keterlibatan partai yang dominan dan peran Politbiro dalam perumusan kebijakan dan penentuan pemimpin-pemipin Cina. Perumusan tesis ini dilakukan dengan metode kajian kepustakaan yang banyak mengkaji berbagai referensi, literature yang berkaitan dengan permasalahan penelitian yang dikaji yang kemudian dirumuskan dalam penulisan yang tersistematis dan ilmiah Kata kunci : Konservatisme, Pragmatisme, Politik Luar Negeri.
Kata Kunci : Politik Luar Negeri Cina