REVITALISASI LEMBAGA ADAT BONTOTALLUA DI JENEPONTO
Adnan, Suharko
2007 | Tesis | SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah revitalisasi lembaga adat Bontotallua di Jeneponto karena masyarakat adat tidak memiliki kehidupan yang layak dan nyaman dalam bersosial sesama masyarakat lain karena tidak adanya berbagai hal yang bisa membuat masyarakat adat guna melakukan konsolidasi berbagai aktifitasnya dan lemahnya hukum terhadap oknum yang dapat mengancam kehidupan orang lain dalam bersosial, akhirnya lembaga adat mengambil sebuah tindakan terhadap pengaturan hukum itu sendiri dengan kata dasar penegakan keadilan. Obyek penelitian adalah tiga belas ketua suku adat, sebelas tokoh adat atau tokoh masyarakat. Mereka adalah informan kunci yang paling mengetahui hal-hal mengenai terjadinya revitalisasi lembaga adat Bontotallua di Jeneponto, dari mereka didapat informasi yang transparan dan seimbang untuk mengetahui penyebab hidupnya kembali lembaga adat dalam menegakkan kedamaian dan ketentraman dalam bermasyarakat yang lebih baik. Metode penelitian adalah studi kasus untuk mengetahui penyebab terjadinya revitalisasi lembaga adat Bontotallua di Jeneponto. Pengumpulan data dilakukan dengan cara interview atau wawancara langsung terhadap pengurus lembaga adat itu sendiri dan masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa revitalisasi lembaga adat disebabkan karena faktor dari dalam yaitu faktor budaya, dan faktor dari luar yaitu meningkatnya tingkat kejahatan dalam segala aspek misalnya pencurian ternak, perzinahan dan mabuk-mabukan. Kelompok yang terlibat dalam tingkat kejahatan adalah masyarakat Jeneponto sendiri dan kejahatan tersebut dari tahun ke tahun semakin meningkat walaupun sudah ada sangsi bagi orang yang berbuat kejahatan.
Kata Kunci : Pembangunan Desa