Laporkan Masalah

Iklan Politik Pada Pemilihan Gubernur Langsung Nusa Tenggara Barat di Surat Kabar Lombok Post : Antara Pertimbangan Marketing dan Nilai Demokrasi (Analisis Isi Iklan Politik Pemilihan Gubernur Langsun

Dian Lestari Miharja, Kuskrido Ambardi

2009 | Tesis | Ilmu Komunikasi

Marketing politik di media massa terutama di surat kabar merupakan salah satu cara atau terobosan baru dalam konteks demokrasi untuk mensosialisasikan dan mendistribusikan informasi politik dengan menekankan pada kepentingan pemilih (public interest). Normatifnya pertimbangan marketing harus selaras dengan nilainilai demokrasi, karena marketing politik bukan konsep untuk menjual partai politik atau kandidatnya tetapi merupakan sebuah konsep yang menawarkan bagaimana sebuah partai politik bisa membuat program yang berhubungan dengan permasalahan aktual dan mengkomunikasikan kepada masyarakat. Penggunaan iklan politik di surat kabar lokal juga terjadi pada Pilkada di NTB tahun 2008. Trend pesan iklan politik pada Pemilihan Gubernur Langsung di NTB di surat kabar Lombok Post lebih menampilkan figur sebagai tema iklan dibandingkan dengan menampilkan isu/program yang diperjuangkan. Pesan iklan ini diinterprestasikan dalam dikotomi pertimbangan marketing dan nilai demokrasi. Maka pertimbangan marketing dianggap lebih penting ketika pesan iklan menekankan pada pendekatan figur maka iklan politik tersebut tidak bisa diharapkan sebagai sumber informasi politik. Sedang pertimbangan nilai demokrasi dianggap lebih penting ketika pesan iklan menekankan pada pendekatan isu/program. maka iklan politik dapat diharapkan sebagai sumber informasi politik dan pembelajaran politik yang berkualitas dalam rangka penguatan proses demokratisasi di tingkat lokal. Kata-kata kunci : demokrasi, marketing politik, iklan politik, pesan iklan, figur, isu/program

Kata Kunci : Iklan Politik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.