Laporkan Masalah

Perilaku Memilih Masyarakat Kota Gorontalo Pada Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung Tahun 2008

MAHMUD, Ramli, Ratnawati

2009 | Tesis | Politik dan Pemerintahan

Penelitian menyangkut dengan perilaku pemilih masyarakat kota Gorontalo dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung bertujuan untuk menelusuri bagaimana perilaku politik masyarakat kota Gorontalo serta bagaimana perilaku kandidat dalam mempengaruhi perilaku memilih masyarakat Kota Gorontalo dalam memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah secara langsung di kota Gorontalo periode 2008-2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, penelitian deskriptif pada dasarnya adalah melakukan reinterpretasi obyektif tentang fenomena sosial yang terdapat dalam permasalahan penelitian. Metode ini bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat dengan dukungan data tentang perilaku pemilih masyarakat kota Gorontalo dalam pelaksanan pemlihan kepala daerah langsung di kota Gorontalo dengan menggunakan tehnik pengumpuluan data observasi dan wawancara Hasil penelitian dan analisis dilapangan menunjukan bahawa pada dasarnya masyarakat kota Gorontalo sangat terbuka, yang mana mereka meneriama siapa saja calon kepala daerah tanpa memandang etnis, suku, agama, status sosial dan sebaginya, yang terpenting adalah calon tersebut mempunyai kemampuan, moralitas, amanah, komitmen terhadap pembangunan daerah serta berpegang teguh pada falsafah hidup masyarakat yakni “Adat Bersendikan Syarah dan Syarah Bersendikan Kitabulllah”. Selain itu, ada beberapa pertimbangan bagi para pemilih dalam memilih calon kandidat walikota dan wakil walikota, pertimbangan tersebut antara lain : pertama, kondisi struktural, yakni sturktur masyarakat kota Gorontalo yang terbagai dalam dua kelompok yakni masyarakat yang memiliki akses yang besar terhadap sumber daya di kota Gorontalo (Wartabone, Habibi, Monoarfa, Botutihe dan Bobihu) dan masyarakat yang diluar marga tersebut. kedua, Identfifikasi partai, yakni adanya pengaruh hubungan emosional antara pemilih dengan salah satu partai politik (Golkar). Selain dari dua indikator diatas, secara khusus perilaku pemilih masyarakat kota Gorontalo pada saat pemilihan kepala daerah secara langsung sangat di pengaruhi oleh perilaku kandidat, perilaku kandidat yang dimaksud adalah : pertama, isu, yakni isu kota madrasah, kota pendidikan dan isu perbaikan ekonomi, kedua, kandidat, yang mana perilaku pemilih dipengaruhi oleh performance (penampilan), track record dan pengalaman yang dimiliki oleh calon kandidat, serta ketiga perilaku kandidat dalam orientasi ekonomi, yakni pemilih lebih berorientasi pada pemberian uang dan pemberiaan barang yang diberikan oleh kandidat baik sebelum pemilihan maupun dalam proses pemilihan sehingga menimbulkan kedekatan emosional antara pemilih dan kandidat. Kata kunci : Perilaku Kandidat, perilaku pemilih, orientasi isu, orintasi kandidat dan Orietasi ekonomi

Kata Kunci : Pilkada


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.