HUBUNGAN PATRON KLIEN PEMULUNG DAN PENGEPUL (Studi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Dusun Ngablak Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta)
SUGIYANTA, Agnes Sunartiningsih
2009 | Tesis | SosiologiPemulung dan pengepul yang memanfaatkan sampah di TPA Piyungan terus bertambah banyak. Pemulung setiap hari mengambil sampah yang dapat didaur ulang dan dijual kepada para pengepul yang ada di sekitar lokasi. Hubungan antara kedua pihak menciptakan hubungan patron klien. Permasalahan yang diteliti adalah: bagaimana hubungan patron klien pemulung dan pengepulnya dalam kehidupan sehari-hari di TPA sampah Dusun Ngablak Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta?. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif diskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan patron klien pemulung dan pengepulnya dalam kehidupan sehari-hari di TPA sampah berlangsung dalam bentuk yang dinamis dan saling menguntungkan. Dinamika hubungan ditandai oleh adanya konflik laten sebagai akibat adanya tekanan oleh dominasi pengepul terhadap pemulung. Ketergantungan pemulung kepada pengepul dijadikan alat untuk mengontrol harga sehingga pemulung tidak memiliki daya tawar untuk menentukan harga jual rosok. Namun demikian, pemulung juga merasa diuntungkan karena mendapatkan kepastian mendapatkan penghasilan dengan dibelinya semua rosok oleh pengepul. Bagi pemulung yang tinggal di barak milik pengepul juga diuntungkan karena mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih baik daripada membangun gubuk sendiri. Hubungan patron klien tersebut memperlihatkan adanya karakteristik yang khas. Kesimpulannya, hubungan patron klien pemulung dan pengepul memperlihatkan beberapa karaktertik berikut: 1) patron klien terbentuk karena pengepul menyediakan berbagai sarana yang dibutuhkan para pemulung yaitu tempat tinggal, sarana MCK dan saluran distribusi untuk menjual kembali barang rosok hingga ke agen besar atau pabrik. 2) patron klien antara pemulung yang tinggal di barak dengan pengepul sangat kuat karena tingginya ketergantungan pemulung terhadap pengepul sebagai patronnya, 3) patron klien antara pemulung yang merupakan warga sekitar dengan pengepul tidak cukup kuat, 4) pemulung warga sekitar TPA Sampah Piyungan memiliki motivasi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. 5) pemulung yang berasal dari luar daerah lebih termotivasi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari 6) kecil kemungkinan terjadi hubungan patron klien yang merugikan pemulung warga sekitar, tetapi kemungkinan terjadinya patron klien yang merugikan pemulung dari luar daerah dapat terjadi karena besarnya ketergantungan pemulung dari luar terhadap pengepul. Kata Kunci: Pemulung, Pengepul, Patron-Klien
Kata Kunci : Pengelolaan Sampah