STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA RANAI KABUPATEN NATUNA AGAR TETAP EKSIS
JAMANIRRIZAL, Djoko Suseno
2009 | Tesis | Pembangunan Sosial dan KesejahteraanSalah satu tujuan negara adalah memajukan kesejahteraan umum, dan berbagai usaha pembangunan telah ditempuh pemerintah bagi memajukan kesejahteraan umum. Salah satu tujuan pembangunan adalah dengan menciptakan dan memungkinkan peluang kerja dan usaha bagi masyarakat, pemerintah memberi dan mendorong kepada seluruh lapisan anggota masyarakat dengan memanfaatkan segala potensi yang terkandung dalam wilayah kawasan Indonesia. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, sayangnya belum menunjukkan hasil yang optimal. Sektor informal, dalam hal ini Pedagang Kaki Lima (PKL), terbukti mampu sebagai sektor yang turut andil menyerap tenaga kerja sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional, termasuk para PKL di Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna. Namun, pada sisi lain, kiprah para PKL kadang dirasa mengusik ketertiban dan keindahan kota, termasuk PKL di kota Ranai. Kiprah dan peran dan mereka sebagai penggerak ekonomi, perlu diakui dan mestinya pemerintah memberikan bimbingan dan arahan, namun kecenderungan mereka yang mengusik keindahan dan ketertiban Kota, sering menjadi alasan bagi pemerintah untuk, pada situasi tertentu “memusuhi” mereka. Terlepas dari itu, kemampuan para PKL untuk tetap bertahan dan berkembang, ditengah situasi dilematis tersebut, adalah menarik untuk diteliti. “Bagaimanakah Strategi PKL agar tetap eksis dalam mengembangkan usaha? Penelitian ini dilakukan di Kota Ranai ibu kota Kabupaten Natuna dengan menggunakan penelitian diskriptif kualitatif, dan tehnik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditengah situasi dilematis bagi pemerintah, komunitas PKL memiliki strateginya sendiri dalam upaya untuk tetap bertahan dan dapat berkembang. Di dalam komunitas tersebut disadari atau tidak telah tumbuh atau mengembangkan modal sosial selaras dengan tuntutan usaha mereka. Modal sosial tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu bersifat hubungan sosial diantara sesama PKL itu sendiri dan hubungan sosial antara para PKL dengan komunitas dimana mereka tinggal dan melakukan usaha. Hubungan sosial diantara internal para PKL mengambil bentuk antara lain, terjalinnya rasa kekeluargaan, rasa saling memiliki serta kepekaan terhadap kelangsungan usaha yang mereka geluti, saling memberikan informasi dan bantuan, baik terakit dengan informasi peluang usaha, lokasi usaha yang strategis, modal usaha, kelompok usaha, maupun tempat tinggal. Sedangkan hubungan sosial antara para PKL dengan komunitas dimana mereka tinggal dan melakukan usaha, mengambil bentuk antara lain, hubungan yang baik dengan para pelanggan, membaur dengan komunitas dan sebagainya. Kata kunci: Kabupaten Natuna, Kota Ranai, Pedagang Kaki Lima, Modal Sosial, Jalinan Sosial.
Kata Kunci : Strategi Pedagang Kaki Lima