MODAL SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA UNTUK MEMPERTAHANKAN USAHA
JAPRIZAL, Agnes Sunartiningsih
2009 | Tesis | SosiologiSejak Kabupaten Natuna dimekarkan berdasarkan Undang-Undang No.53 tahun 1999, oleh Menteri Dalam Negeri (ad interim) Feisal Tanjung pada tanggal 12 Oktober 1999 hingga saat ini jumlah penduduk Kota Ranai semakin lama semakin banyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang hidup di daerah perdesaan di sekitar kabupaten Natuna. Pembangunanpun terus berjalan. Dampak dari pembangunan kota Ranai bila tidak tertata dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah. Selain itu angka urbanisasi dan masalah kependudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan, salah satu contoh adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk akan berpengaruh juga pada tingginya penyediaan tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan pengangguran dan setengah pengangguran yang akhirnya banyak masyarakat terjebak pada sektor informal kota. Secara terpisah Pemkab Natuna telah menyediakan tempat khusus bagi para pedagang kaki lima sebagai pelaku sektor informal. Memang jumlah pedagang dari tahun ke tahun belum menunjukkan trend yang menggembirakan, namun di sisi lain ternyata mereka mampu bertahan di tengah gelombang krisis yang melanda. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:1)Bagaimana strategi PKL dalam menyiasati kesulitan dalam masa krisis ekomoni?.2)Bagaimanakah PKL memanfaatkan modal sosial yang mereka miliki? Sedangkan tujuan penelitian :1)Menemukenali pemanfaatan modal sosial yang terbangun diantara sesama pedagang kaki lima di Kota Ranai.2)Melihat kendala pengembangan usaha pedagang kaki lima dalam mengembangkan usahanya di kota Ranai.3) Untuk melihat strategi pedagang kaki lima dalam menyiasati kesulitan usaha dalam masa krisis. Kajian tentang sektor informal banyak dilakukan di kota-kota besar yang bersifat metropolitan tidak di kota-kota kecil yang baru berkembang. Dengan demikian, kajian sektor informal pedagang kaki lima dengan mengambil seting modal sosial khususnya di kota kecil yang baru berkembang seperti kota Ranai memang belum pernah dilakukan oleh peneliti lain. Inilah yang membedakan tulisan ini dengan tulisan lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada analisis pemahaman (verstehen) untuk memahami pengembangan dan kelenturan modal sosial di kalangan PKL di Kota Ranai Kabupaten Natuna. Lokasi kajian adalah sentra pedagang kaki lima di tepi pantai Kota Ranai yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kota Ranai. Sedangkan unit analisis dari kajian ini adalah individu pedagang kaki lima yang mewakili jenis usaha yang mereka tekuni. Berdasarkan hasil penelitian penulis, maka dapat diambil kesimpulan antara lain:1).Modal sosial di kalangan PKL di Kota Ranai memiliki model “kerja kolaborasi” antar sesama PKL.2). Komunitas PKL di Kota Ranai memiliki jaringan (networking) bersifat internal dan eksternal. 3). Aspek modal sosial lain yang juga terjadi dalam hubungan sesama PKL yang terjadi di Kota Ranai adalah adanya kelembagaan.4). Selanjutnya hubungan pertukaran sosial antar PKL dalam kontek hubungan ekonomi, ternyata umumnya para PKL sering melakukan pinjammeminjam antar sesama PKL dan melakukan arisan.5). Kendala pengembangan PKL adalah modal dan pemasaran yang terbatas.6) Faktor penyebab eksisnya PKL dalam menghadapi krisis disebabkan PKL umumnya memiliki tenaga kerja lokal dan padat karya dengan pola manajemen keluarga.. Rekomendasi Praktis: 1)Perlunya pembenahan sektor informal khususnya PKL di Kota Ranai melalui Dinas/Instansti terkait 2)Perlunya pembinaan dan pelatihan serta pembukaan akses kredit dengan skim kredit yang jelas bagi PKL 3)Perlunya dibentuk dan difasilitasi organisasi PKL yang bersifat bottom up untuk mengorganisir mereka. 4)Perlunya campur tangan Pemkab Natuna dalam memodernisasi lokasi, sarana usaha, dan mempromosikannya ke masyarakat yang lebih kontinyu dan membuat lokasi binaan sebagai contoh keberpihakan pada mereka. Rekomendasi Akademis:1) modal sosial kepercayaan (trust) antar sesama PKL adalah sesuatu yang dikreasikan dan ditransmisikan melalui mekanisme-mekanisme kultural diantara mereka sesama PKL yang ada. 2) Sehingga perlu adanya studi tentang penguatan kelembagaan di kalangan PKL. Kata Kunci : Sektor Informal, Modal Sosial
Kata Kunci : Modal Sosial