REHABILITASI PENYANDANG CACAT AKIBAT GEMPA DI KABUPATEN BANTUL (Kajian di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Bambanglipuro)
TYAS EKO RAHARJO F, S. Djuni Prihatin
2009 | Tesis | SosiologiPenulisan karya ilmiah ini menggabarkan tentang kemandirian dan keberfungsian penyandang cacat akibat gempa yang berstatus sebagai kepala keluarga di kecamatan Jetis dan Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul melalui pelayanan rehabilitasi yang berbentuk pemberian bimbingan dan keterampilan bagi penyandang cacat korban gempa di Bantul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik informan, memperoleh gambaran tentang kemandirian dan keberfungsian sosial penyandang cacat akibat gempa dengan pemberian pelayanan rehabilitasi yang berbentuk bimbingan sosial dan keterampilan. Untuk mengetahui kemandirian dan berfungsi sosial tersebut diuraikan dalam aspek kemampuan informan dalam melaksanakan peranan, kemampuan informan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, dan kemampuan informan dalam pemecahan masalah yang dialaminya. Hasil penelitian diharapkan memiliki manfaat dapat dijadikan sebagai informasi dan sumbang pemikiran untuk pengembangan lebih lanjut tentang penanganan kesejahteraan sosial khususnya tentang pemberian pelayanan bagi penyandang cacat, dapat menjdikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan kesejahteraan sosial penyandang cacat berpotensi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah para kepala keluarga penyandang cacat akibat gempa yang telah menerima pelayanan rehabilitasi berupa bimbingan sosial dan keterampilan di Kecamatan Jeti dan Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul sebanyak 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan penarikan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil seluruh populasi yang ada menjadi sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisa data dengan analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan rehabilitasi berupa bimbingan sosial dan keterampilan belum optimal karena waktu pelaksanaannya sangat singkat, namun penyandang cacat telah mendapat motivasi yang baik dalam bimbingan sosial, sehingga para penyandang cacat dapat memahami dan menyadari terhadap kenyataan yang menimpa dirinya. Hal ini dapat dilihat pada semangat bekerja para penyandang cacat karena semua informan telah mendapatkan pekerjaan. Pemberian bimbingan keterampilan yang belum secara optimal diserap para penyandang cacat karena antara keterampilan yang diterima belum sepenuhnya sesuai dengan lapangan pekerjaan yang diharapkan informan. Harapan informan dengan keterampilan yang dimiliki segera mendapatkan penghasilan yang dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan keterampilan yang diterimanya harus memerlukan waktu untuk dapat segera mendapatkan penghasilan. Rekomendasi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah : Program pelatihan kematangan Vokasional bagi penyandang cacat akibat gempa di Kabupaten Bantul, melalui program ini diharapkan para penyandang cacat akibat gempa dapat mengenali potensi dan kemampuannya sehingga mereka akan lebih siap untuk kemandirian dan berfungsi sosialnya dalam bermasyarakat. Kata kunci : Kemandirian, keberfungsian sosial, penyandang cacat.
Kata Kunci : Manajemen Bencana