BERGESERNYA MODAL SOSIAL DAN RELASI SOSIAL KOMUNITAS PENGRAJIN SANDAL KLOMPEN DI DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG
FARID ABUD ALKATIRI, Susetiawan
2009 | Tesis | SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan para pengrajin terhadap kerajinan Klompen melalui modal sosial dan relasi sosial dalam komunitas pengrajin sandal Klompen di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terlibat, wawancara mendalam, kepustakaan atau dokumen atau arsip. Sedangkan informan dari penelitian ini terdiri dari para pengrajin dan aparat desa. Teknik analisa yang digunakan adalah model analisi interaktif, yaitu analisis yang bergerak dalam tiga komponen besar terdiri dari reduksi data (data reduction), sajian data (data display), dan penarikan kesimpulan serta diinterpretasi dan dianalisis secara mendalam. Sedangkan teori yang dipakai adalah teori komersialisasi, modernisasi, modal sosial, dan dualisme ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dan relasi sosial masyarakat bergeser seiring dengan masuknya alat-alat modern yang meringankan pekerjaan mereka dan permasalahan sosial antara para pengrajin sendiri. sehingga, para pengrajin menjadi lebih individual dalam menjalankan dan mempertahankan sentra kerajinan mereka. Perubahan dalam modal sosial dan relasi sosial yang telah bergeser tersebut merubah relasi sosial masyarakat. Perubahan tersebut membagi para pengrajin menjadi dua kelompok, yaitu para pengrajin tetap dan pengrajin musiman. Jumlah para pengrajin tetap lebih sedikit dan umumnya didominasi oleh generasi tua. Para pengrajin tetap memiliki kultur memproduksi Klompen dengan tingkat kreativitas seni dan kualitas tinggi. Sedangkan sebagian besar pengrajin musiman adalah pengrajin yang didominasi generasi muda, yang umumnya memiliki kultur berbeda, yaitu memproduksi barang dengan cara metiru, demi memenuhi kebutuhan pasar dan mencari keuntungan pribadi. Perubahan dalam modal sosial dan relasi sosial juga mengubah pola perekrutan tenaga kerja dan cara produksi Klompen. Pola perekrutan yang semula lebih berdasarkan pada nilai kekeluargaan, berubah menjadi lebih ekonomis dengan pertimbangan produktivitas dan ketermpilan tenaga kerja, demi mengakumulasi keuntungan. Hal tersebut juga menimbulkan konflik diantara para pengrajin dan tenaga kerja, untuk saling merebut lahan dan keuntungan. Perubahan dalam modal sosial dan relasi sosial juga merusak jaringan sosial dalam masyarakat. Konsekuensinya, sistem pemasaran menjadi lebih individual dan saling menghancurkan. Kata Kunci: pemaknaan, modal sosial, relasi sosial, jaringan pemasaran, kerajinan Klompen.
Kata Kunci : Industri kecil