Laporkan Masalah

PERILAKU TIDAK MEMILIH (GOLPUT) DALAM PILGUB LAMPUNG 2008 (Studi di Kecamatan Kedaton dan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung)

Robi Cahyadi Kurniawan, --

2009 | Tesis | Ilmu Politik

Penelitian ini mendeskripsikan latar belakang, faktor dan fenomena yang menyebabkan banyak warga kota Bandar Lampung tidak menggunakan hak pilihnya pada Pilgub 2008 lalu. Data maraknya golput yang diperkuat oleh data catatan hasil Pilgub yang dikeluarkan oleh KPU Lampung membuat kajian ini menarik untuk diteliti. Golput pada pelaksanaan Pilgub Lampung yang lalu mengalahkan jumlah perolehan suara tertinggi yang didapat oleh pemenang pilgub. Beberapa permasalahan yang dikaji yaitu : pertama, bagaimana pemetaan pemilih yang golput , penyebaran, spesifikasi warga dan aktifitas sosial yang dilakukan. Kedua, faktor apa yang mempengaruhinya, dan ragam fenomena golput yang muncul dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian kualitatif melalui metode purposive (ditentukan) yakni memilih para narasumber yang berasal dari para Ketua PPK dan PPS. Metode lain melalui cara snowball yakni penelitian yang dilakukan berdasarkan informasi dari informan yang telah ada. Cara ini dikapai untuk menggali informasi dari warga masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput). Teknik pengumpulan data yang dipilih yakni dengan cara interview (wawancara) dan dokumentasi dari data-data sekunder yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan golput disebabkan oleh pertama; kesadaran masyarakat yang berada pada titik terendah akibat ketidakpercayaan terhadap elite. Kedua; trauma politik pemilih, ketiga; tidak adanya perubahan dalam kualitas hidup warga negara selama bebrapa pemilu. Adapun penyebab administrasi yaitu masalah pendataan warga untuk kartu pemilih yang tidak sistematis, sosialisasi yang kurang, cuaca serta lokasi TPS yang berjauhan. Golput dibagi menjadi 3 pemetaan; ranah warga yang berpendidikan tinggi dan secara status sosial tinggi, PNS , karyawan swasta pengusaha. Dua ranah lainnya yaitu mahasiswa dan buruh. Fenomena golput juga diwarnai dengan munculnya klasifikasi masyarakat yang golput berdasarkan spesifikasi tertentu, yakni etnis Tionghoa, PNS dan kaum buruh. Golput warga Tionghoa merupakan refleksi dari sikap rasional terhadap situasi yang menguntungkan bagi keberlangungan hidup mereka.. Golput PNS disebabkan trauma politik pada masa lalu. Konflik antar elite lokal didaerah pada pemilihan Gubernur terdahulu, pertimbangan mempertahankan karier di posisi jabatan strategis di pemerintahan dan birokrasi menjadi faktor pemicu golput. Buruh menjadi fenomena yang disebabkan faktor bertahan hidup dan protes terhadap ketiadakadilan sosial. Hilangnya aspirasi mereka yang disebabkan ketidakperdulaian dari pemerintah terhadap nasib hidup, serta ketidakperdulian partai terhadap aspirasi dan keinginan buruh. Kesimpulan akhir ada tiga aspek yang mempengaruhi perilaku tidak memilih (golput), yakni aspek sosiologis, aspek psikologis dan aspek ekonomi politik yaitu pilihan rasional. Kata Kunci : pemilih golput, pilgub, faktor dan fenomena pilgub

Kata Kunci : Pilkada


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.