PERILAKU MEMILIH PNS MENJELANG PILKADA LANGSUNG GUBERNUR (Studi Pada PNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur Dalam Pencalonan Soenarjo dan Soekarwo Sebagai Bakal Calon Gubernur Provinsi Jawa Timur 2008)
HARI TUNARIONO, I Ketut Putra Erawan
2008 | Tesis | Ilmu PolitikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku memilih PNS di instansi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pencalonan Soenarjo dan Soekarwo sebagai Bakal Calon Gubernur menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008 dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih PNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. Permasalahan yang diangkat adalah 1) bagaimana perilaku memilih PNS di Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pencalonan Soenarjo dan Soekarwo sebagai Bakal Calon Gubernur menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008, dan 2) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku memilih PNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui survey dengan menyebarkan angket kepada 272 PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Data kualitatif didapatkan melalui pengamatan dan wawancara kepada beberapa pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori-kategori tertentu sedangkan analisis kuantitatif ditampilkan dalam bentuk prosentase atas jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, perilaku memilih PNS dalam Pilgub Provinsi Jawa Timur tampak dalam bentuk preferensi PNS terhadap calon gubernur dan keterlibatan PNS dalam proses Pilgub. Preferensi PNS ini tercermin pada kecenderungan mereka untuk memilih calon gubernur. Preferensi ini bersumber dari pengetahuan para PNS yang umumnya didapatkan dari media massa, teman sekantor dan atasannya. Pengetahuan PNS yang bersumber dari atasan dan teman paling banyak didapatkan oleh PNS golongan IV yaitu sebesar 9,5% kemudian disusul oleh PNS golongan III yaitu 6% dan PNS golongan I dan II yaitu 5%. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih PNS adalah pengetahuan PNS, pimpinan birokrasi, dan elite lokal kharismatik. Pengaruh pimpinan birokrasi terasa sangat kuat dibuktikan dengan munculnya persaingan di antara PNS antara yang mendukung Soenarjo dan PNS yang mendukung Soekarwo. Ketiga, Keterlibatan PNS dalam pilgub dengan munculnya dua calon tersebut berimplikasi pada dilemma birokrasi. Dalam sistem demokrasi, elite birokrasi berhak dipilih untuk memimpin pemerintahan. Tetapi, untuk mendapatkan hak tersebut, birokrasi yang seharusnya netral dari kegiatan politik ternyata telah berpolitik sehingga memunculkan friksi di internal birokrasi. Kesimpulannya, perilaku memilih PNS tampak pada sumber pengetahuan PNS seputar pelaksanaan pilgub, preferensi PNS terhadap calon gubernur dan keterlibatan PNS dalam pilgub. Perilaku PNS ini dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang bakal calon gubernur, elite atau pimpinan birokrasi, dan kharisma elite lokal, baik di jajaran birokrasi ataupun di luar birokrasi. Keterlibatan PNS dalam pilgub menjadikan birokrasi tidak netral sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat digunakan untuk memenangkan calon gubernur dari unsur birokrasi. Kata kunci : Perilaku memilih, PNS, Faktor-faktor yang berpengaruh.
Kata Kunci : Perilaku Memilih; Pilkada