Laporkan Masalah

INSTITUSIONALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (Studi Peran Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) dalam Pemadaman Kebakaran di Kota Pontianak)

RINI KURNIA SOLIHAT, Cornelis Lay

2009 | Tesis | Ilmu Politik

Penelitian ini mengkaji tentang institusionalisasi partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana dengan mengulas derajat pelembagaan partisipasi masyarakat pada Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) sebagai salah satu lembaga pemadam kebakaran sukarela di Kota Pontianak dalam aktivitas pemadaman kebakaran di Kota Pontianak. Studi ini menggunakan desain penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran dokumen dan kepustakaan yang relevan, serta wawancara dengan pihak-pihak yang dipandang memiliki kompetensi sesuai dengan topik penelitian, dengan memanfaatkan teknik purposive. Dari penelitian ini terungkap bahwa meski perlindungan terhadap ancaman bencana, termasuk diantaranya bencana kebakaran, merupakan salah satu tugas pokok yang diemban pemerintah terhadap warga negaranya, namun disadari bahwa keterbatasan yang dimiliki pemerintah berdampak pada tidak optimalnya peran dalam penanggulangan bencana. Karenanya, diperlukan peran aktor lain di luar institusi pemerintah, dalam konteks penelitian ini adalah para pemadam kebakaran sukarela, dan peran serta ini perlu untuk dilembagakan Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) sebagai salah satu lembaga pemadam kebakaran sukarela di Kota Pontianak telah membuka ruang untuk institusionalisasi partisipasi masyarakat dalam upaya pemadaman kebakaran di Kota Pontianak, dengan derajat kedalaman ruang yang berada dalam fase popular space dimana ketersediaan ruang bagi aktivitas dalam penanggulangan kebakaran merupakan hasil aksi kolektif masyarakat sendiri, bukan ruang yang disediakan pemerintah. Lebih jauh, penelusuran terhadap bekerjanya BPAS sebagai lembaga, mulai dari inisiasi perancangan awal hingga pelaksanaannya memperlihatkan terpenuhinya syarat-syarat vertical depth dan horizontal width dalam proses pelembagaan, serta tersedianya sistem dokumentasi serta mekanisme punishment and reward yang merupakan syarat keberlangsungan dan efektivitas jangka panjang peran BPAS dalam penanganan kebakaran di Kota Pontianak. Namun kecenderungan BPAS untuk tidak terlibat (disengage) dalam proses politik-pemerintahan lokal mengakibatkan sulitnya membangun mekanisme koordinasi yang baik dan baku yang kemudian berdampak pada limitasi terhadap proses institusionalisasi itu sendiri. Untuk itu perlu penguatan baik oleh pemerintah melalui peningkatan peran fasilitasi dan penyiapan kerangka legal maupun dari BPAS berupa pengembangan kapasitas internal, penguatan network dengan lembaga pemadam kebakaran sukarela lainnya, serta pembangunan pola relasi kritis (critical engagement) dengan pemerintah daerah. Kata Kunci : Institusionalisasi, Partisipasi, Pemadam Kebakaran Sukarela.

Kata Kunci : Manajemen Bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.