IMPLEMENTASI MODEL PENDAMPINGAN KELUARGA DI PANTI ASUHAN SOSIETOS SOCIALI (SOS )DESA TARUNA SEMARANG
YUSTINA SUSILAWATI, S. Djuni Prihatin
2008 | Tesis | SosiologiPada hakekaknya manusia ingin hidup sejahtera bersama dalam keluarga. Dalam realita kehidupan masyarakat ada begitu banyak orang yang tidak mampu mencapai hidup sejahtera. Di negara kita pelayanan sosial dilakukan dalam tiga pilar melalui pemerintah, masyarakat sipil dan perusahaan. Dalam kenyataan pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan sosial terhadap masyarakat miskin karena keterbatasan tenaga , fasilitas dan tempat. Maka muncullah pelayanan yang dilakukan oleh swasta berupa panti asuhan yang didirikan baik perorangan atau afilisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis tentang implementasi program pendampingan keluarga di Panti Asuhan Sosietos Sosiali (SOS) Desa Taruna Semarang.. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan dikaji secara lebih mendalam implementasi program pendampingan keluarga dengan berfokus tentang keluarga, peran ibu pengasuh, metode dan model pendampingan keluarga. Metode yang digunakan dengan mengadakan wawancara mendalam , observasi dan tinggal beberapa waktu di tempat lokasi. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Sosietos Sosiali (SOS) Desa Taruna Semarang . Sebuah lembaga sosial milik swasta yang berasal dari Austria dan memiliki cabang di Indonesia dengan kantor pusat di Bandung Jawa Barat. Panti Asuhan ini mendampingi anak berjumlah 136 yang terdiri dari 49 perempuan dan 87 laki- laki dari usia otahun sampai 24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendampingan keluarga sangat baik untuk anak- anak terlantar yang membutuhkan keluarga sebagai sarana perjumpaan pribadi antar anggota dalam keluarga tersebut. Anak menemukan ibu pengasuh sebagai figur ibu kandung yang mencintai, merawat dan mendampingi sampai ia menyelesaikan pendidikannya. Model pendampingan keluarga ini memudahkan ibu pengasuh untuk mengontrol anak apabila terjadi penyimpangan. Model keluarga yang tetap antara ibu dan anak dalam satu rumah menyebabkan terjadi ikatan emosi yang kuat antara ibu dan anak yang dapat menghasilkan apa yang disebut “ anak mas” dalam keluarga, hal ini dapat menyebabkan terjadi konflik dalam keluarga tersebut, karena ada anak yang merasa tersingkir dan kurang mendapat perhatian. Kurangnya pendampingan dari pihak pimpinan menyebabkan ibu pengasuh berjalan sendiri dalam mendampingi anak, jika seorang ibu kreatif maka akan menghasilkan anak yang kreatif dan cerdas tetapi jika ibu yang pasif akan menghasilkan anak yang kurang kreatif. Demikian juga pihak pembina panti kurang memberikan pendampingan secara intensif sehingga program kurang berjalan dengan baik. Model pendampingan keluarga hendaknya disertai pendampingan psikologi terhadap ibu pengasuh secara rutin sehingga ibu pengasuh dapat mendampingi anak secara baik tanpa membuat anak tergantung dan tidak mampu berkembang secara maksimal. Kata kunci : model pendampingan, anak terlantar, kemandirian
Kata Kunci : Sosiologi Keluarga