RADIO KOMUNITAS DAN PETANI (Studi Tentang Upaya Radio Komunitas Dalam Pengembangan Jaringan Kelompok Tani di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta).
SUDARMAN, Suharko
2009 | Tesis | SosiologiPembangunan di masa orde baru tidak sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan. Pembangunanan yang bersifat blue print approach dengan system top down tidak bisa dinikmati sepenuhnya. Radio komunitas menjadi pilihan Jaringan Petani Kulon Progo mewujudkan keinginannya dalam pengembangan kelompok tani upaya memenuhi kebutuhan komunitasnya, alternative menyelesaikan masalah, perekat social, komunikasi antar petani dan penyebaran informasi pertanian organik. Media komunitas memberikan orang untuk bersuara dan untuk didengarkan suaranya. Media ini merupakan media dari, oleh dan untuk komunitasnya. Bagaimana radio komunitas petani Kulon Progo mampu sebagai pengembang jaringan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan radio komunitas dalam pengembangan jaringan kelompok tani. Komunikasi melalui media massa adalah salah satu cara mendorong manusia menjadi modern, setelah pendidikan dan pengalaman kerja. Bimbingan dan panutan juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi. Penggabungan Forum komunikasi antar pribadi dengan media dalam mewujudkan media massa dalam menjembatani komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunitas dalam upaya menindak lanjuti pesan media. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, mengandalkan logika dan interpretative, sesuai data yang diperoleh. Secara singkat memiliki sejumlah peralatan pengumpul data yang saling terkait secara langsung maupun tidak langsung pada konseptual dan permasalahan. Kulon Progo merupakan daerah tk II paling barat Propinsi DIY dengan luas wilayah 58.627,50 ha, terdiri 12 kecamatan, 88 desa dan 930 dusun. Jumlah penduduk pada tahun 2006 458.674 jiwa kepadatan penduduk 782 jiwa per km2. Dengan 208.077 rumah tangga petani 2006. Terpenuhi kebutuhan informasi petani, Radio komunitas menjadi salah satu usaha Jaringan petani Kulon Progo yang berlokasi dusun Ngrandu, Kaliagung, Sentolo, terhadap petani yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Radio komunitas menjadi bagian dalam proses penyebaran informasi pertanian organik, menjadi alternative penyelesaian persoalan komunikasi antar petani, serta pengembangan jaringan kelompok tani. Media ini beranggotakan 28 kelompok di 4 kecamatan. Keberadaan radio komunitas petani semenjak berdiri kurang mendapat perhatian, karena terbatasnya jangkauan siaran, forum komunikasi tidak berjalan melalui media ini. Media ini gagal dalam pengembangan jaringan kelompok tani maupun dalam penyampaian pesan, sementara keberhasilan pengembangan dari jaringan itu sendiri, bukan dengan keberadaan radio komunitas petani. Radio komunitas petani Kulon Progo menjangkau sepenuhnya beberapa dusun desa Kaliagung dan sekitarnya serta khusunya dusun Ngrandu sebagai pengelola. Komunitas Ngrandu belum sepenuhnya menerima pesan misi radio komunitas, yakni menyebarkan informasi pertanian organic, ramah lingkungan. Pertanian jenis ini tidak dapat menjanjikan dalam peningkatan produksi. Namun forum komunikasi kelompok tani di dusun Ngrandu telah berfungsi, yang merupakan jembatan komuniksi antar pribadi melalui media komunitas ini. Kata Kunci : Jaringan Petani, Radio Komunitas dan Pengembangan
Kata Kunci : Radio Komunitas