Laporkan Masalah

PEMETAAN RISIKO DAN PENILAIAN KERUSAKAN AKIBAT BENCANA BANJIR DI KOTA MARTAPURA

M.NOOR JAMALLUDDIN, Ir.Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.;DR.Heri Sutanta

2017 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

ABSTRAK Banjir yang melanda di Desa Tunggul Irang Ulu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan meluapnya aliran sungai Riam Kiri dan sungai Riam Kanan. Desa Tunggul Irang Ulu Kecamatan Martapura merupakan daerah terparah terkena banjir dengan ketinggian mencapai satu meter. Tidak hanya rumah warga yang tergenang banjir, akses jalan juga digenangi banjir sehingga menghambat lalulintas kendaraan. Kebutuhan informasi yang cepat terutama kondisi bangunan dan infrastruktur pasca bencana merupakan input pokok dalam penanganan yang harus dilakukan selanjutnya, yaitu rekonstruksi dan rehabilitasi. Lambatnya informasi yang diperoleh seringkali menyebabkan keterlambatan penanganan dan tidak meratanya distribusi bantuan. Kondisi yang semakin berlarut ini bahkan dapat berlanjut dengan polemik di masyarakat yang justru menjadi bencana kedua. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kerusakan dan kehilangan yang dialami sektor perumahan dan prasarana publik (transportasi darat ) yang terkena dampak banjir. Metode Damage and Loss Assessment (DaLA) digunakan untuk menilai tipe dan nilai kerusakan pada sektor perumahan dan prasarana publik (transportasi darat) yang terdampak banjir. Penelitian dilakukan pada tanggal 16 Mei tahun 2015, untuk pendataan disetiap rumah memerlukan waktu 10 menit, waktu total efektif kerja 7 jam, waktu total dilapangan 21 hari. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh wilayah Desa Tunggul Irang Ulu. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah (1) wawancara dan (2) observasi untuk memperoleh data kapasitas bencana, (3) dokumentasi dan interpretasi untuk memperoleh data kerentanan bencana dan ancaman bahaya banjir. Analisis data yang digunakan ialah analisis klasifikasi dan deskriptif. Tingkat risiko tinggi dengan jumlah 172 rumah. Tingkat risiko sedang dengan jumlah 43 rumah. Tingkat risiko rendah dengan jumlah 14 rumah. Sedangkan tingkat dan sebaran kerentanan banjir dibagi menjadi dua tingkatan kelompok umur yaitu tingkat kerentanan tinggi yang didominasi oleh kelompok umur 0 s.d. 14 dan >64 tahun berjumlah 27 dan kelompok umur 15 s.d. 64 tahun merupakan kelompok usia remaja sampai dewasa berjumlah 202. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan: (1) Masing-masing faktor bahaya dan kerentanan, dan kapasitas memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap terjadinya bencana. Faktor bahaya dan kerentanan adalah faktor yang dapat meningkatkan tingkat risiko bencana, sedangkan faktor kapasitas adalah faktor yang dapat memperkecil tingkat risiko bencana (2) Tingkat dan sebaran risiko bencana banjir dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkat risiko tinggi, sedang, dan rendah.

Flood stricken in Tunggul Irang Ulu Village, Martapura Sub district, Banjar Regency, South Kalimantan caused by heavy rainfall. This caused the overflow of Riam Kiri and Riam Kanan Rivers. Tunggul Irang Ulu Village, Martapura Sub district was the most serious area that stricken by flood with the height of one meter. Not only houses that stagnated in water, but the street access also stagnated with flood so that disturbed traffic. The need of fast information especially about the condition of building and infrastructure post disaster were the main input in handling the condition that must be done, that were reconstruction and rehabilitation. The slow information that was gained often caused the slow of handling and misdistribution of aids. Moreover, this long draw out condition could be continued with polemic in the society that would be second disaster. This research aimed to assess the damage and lost that had been around by housing and public infrastructures (land transportation) that stricken by flood impact. Damage and Loss Assessment (DaLA) Method used to assess type and value of damage at the housing and public infrastructure (land transportation) sectors that impacted by the flood. The research was conducted on 16 May 2015, the acoustical of each houses needed 10 minutes, the total time of work effective was 7 hours, total time at the field was 21 days. The population of this research was all area in Tunggul Irang Ulu Village. The data collecting method that used were (1) interview, (2) observation in order to get data of disaster susceptibility, (3) documentation and interpretation in order to get data of disaster susceptibility and flood threatening. The data analysis used was clarification and descriptive analysis. Level of high risk was 172 houses. Level of moderate risk was 43 houses. Level of low risk was 172 houses. While, level and spreading of flood susceptibility divided into two groups of age, that were level of high susceptibility which dominated by group of age 0 to 14 and > 64 years old was 27 and group of age 15 to 64 years old that were group of teenagers to adults was 202. Based on the analysis result, it was found the conclusions: (1) Each danger and susceptibility factor, and capacity had vary influence toward disaster. Danger and susceptibility factors were factors that could increase the level of disaster risk, while capacity factor was factor that could minimize level of disaster risk. (2) Level and spread of flood risk divided into three levels, that were high risk, moderate risk, and low risk levels.

Kata Kunci : banjir, risiko bencana, damage and loss assessment.

  1. S2-2017-357990-abstract.pdf  
  2. S2-2017-357990-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-357990-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-357990-title.pdf