PENGETAHUAN, EFIKASI DIRI DAN PRAKTIK PENJAMAH MAKANAN TENTANG KEAMANAN PANGAN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP) di KOTA AMBON
JIMMI K P SIHOMBING, Susi Ari Kristina, S.Farm., MPH., Ph.D.; Dr. Retna Siwi Padmawati, M.A.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Keamanan pangan (food safety) merupakan isu kesehatan masyarakat yang semakin penting. Penyakit bawaan makanan (foodborn disease) sangat berkaitan dengan perilaku penjamah makanan. Pengetahuan, efikasi diri dan praktik tentang keamanan pangan sangat berpengaruh terhadap keamanan pangan pada penjamah makanan di industri rumah tangga pangan (IRTP). Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi, pengalaman, tingkat pengetahuan, dan efikasi diri penjamah makanan pada IRTP di Kota Ambon dan keterkaitannya pada praktik keamanan pangan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel melalui quota sampling. Jumlah industri yang ikut serta dalam penelitian sebanyak 51 industri dengan jumlah responden sebanyak 135 orang. Uji chi square untuk analisis bivariabel dan regresi logistik untuk analisis multivariabel dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil: Terdapat 59 IRTP yang aktif melakukan produksi dan 51 IRTP (86,44%) di antaramya memenuhi syarat inklusi. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p = 0,008), pelatihan (p = 0,035), pengetahuan (p = 0,000) dengan efikasi diri keamanan pangan penjamah makanan pada IRTP di Kota Ambon. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p = 0,001), efikasi diri (p = 0,000), pengetahuan (p = 0,000) dengan praktik keamanan pangan penjamah makanan pada IRTP di Kota Ambon. Tingkat pendidikan (OR = 2,885, p = 0,008) dan efikasi diri (OR = 3,403, p = 0,001) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap praktik keamanan pangan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pelatihan, pengetahuan dengan efikasi diri dan juga terdapat hubungan tingkat pendidikan, efikasi diri, pengetahuan dengan praktik keamanan pangan penjamah makanan pada IRTP di Kota Ambon. Topik efikasi diri dalam pelatihan perlu diberikan dalam upaya memperbaiki praktik keamanan pangan.
Background : Food safety is an increasingly important public health issue. Foodborn disease is closely related to the behavior of food handlers. Knowledge, self efficacy and food safety practices have a major impact on food safety in food handlers in the household food industry (IRTP). Objective : To explore the sociodemographic characteristics, experience, knowledge level, self-efficacy of food handler on household food industry in Ambon City and its relation to food safety practice. Method : Observational study design with a cross-sectional survey. Sampling method using quota sample. The number of industries that participated in the research were 51 industries with 135 respondents . Chi square test for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis with significance value p < 0.05. Result : There were 59 IRTPs which were active in production and 51 (86.44%) IRTPs 0f them qualify for inclution and exclution. There was a correlation of education level (p = 0.008), training (p = 0.035), knowledge (p = 0.000) with self efficacy food safety of food handler at IRTP in Ambon City. There was a correlation of education level (p = 0.001), self efficacy (p = 0.000), knowledge (p = 0.000) with food safety practice of food handlers at IRTP in Ambon City. The level of education (OR = 2.885, p = 0.008) and self efficacy (OR = 3.403, p = 0.001) were the variables that have the greatest influence on food safety practices. Conclution : There was a relationship of education level, training, knowledge with self efficacy and also there was relation of education level, self efficacy, knowledge with food safety practice of food handler to IRTP in Ambon City. Self-efficacy in training needs to be addressed to improving food safety practices.
Kata Kunci : keamanan pangan, pengetahuan, efikasi diri, praktik, penjamah makanan, industri rumah tangga pangan (IRTP), food safety, knowledge, self efficacy, practice, food handlers, household food industry