Laporkan Masalah

Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Mata Air Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo

DANIEL P SIMARMATA, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc. ; Dr. Sudrajat, M.P.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kecamatan Samigaluh yang berada di Kabupaten Kulon Progo memiliki banyak sumber mata air. Di sisi lain, wilayah ini rentan mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mata air berbasis kearifan lokal sebagai upaya penanggulangan bencana kekeringan di Kecamatan Samigaluh. Penelitian ini dilakukan di empat desa dengan sampel masing-masing satu mata air, yakni Mata Air Kali Manggis di Desa Gerbosari, Mata Air Tuk Tulangan di Desa Ngargosari, Mata Air Kali Bajing di Desa Pagerharjo, dan Mata Air Tuk Mudal di Desa Sidoharjo. Penelitian bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat setempat, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan analisis statistik yang dilakukan dalam tiga tahap, yakni analisis tabel distribusi frekuensi, analisis tabulasi silang dan analisis regresi logistik multinomial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran mata air merata di empat desa lokasi penelitian dengan jumlah 51 mata air. Semua mata air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan mata air berupa ilmu pengetahuan lokal, nilai-nilai, etika dan moral, dan norma-norma berupa anjuran dan pantangan yang diterapkan untuk menjaga kelestarian mata air. Derajat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mata air di keempat desa lokasi penelitian masuk kedalam kategori kekuasaan warga berdasarkan klasifikasi derajat partisipasi Arsntein. Hal ini berarti bahwa masyarakat memiliki peran yang lebih besar dibandingkan pemerintah dalam kegiatan pengelolaan mata air. Berdasarkan indikator tingkat partisipasi dalam pengelolaan mata air yang digunakan dalam penelitian ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam penyuluhan terkait pengelolaan mata air di keempat desa penelitian berada pada kategori sedang. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan mata air di Desa Gerbosari dan Desa Pagerharjo berada pada kategori sedang, sedangkan di Desa Ngargosari berada pada kategori tinggi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan mata air di Desa Gerbosari dan Desa Pagerharjo berada pada kategori tinggi, sedangkan di Desa Ngargosari dan Desa Sidoharjo berada pada kategori sedang.

ABSTRACT Water is a very essential resource in human life. Samigaluh sub-district which located in Kulon Progo Regency has many springs. On the other side, this region is susceptible to drought during the dry season. This research aimed to analyze community participation in springs management based on local wisdom as an effort to overcome drought disasters in Samigaluh sub-district. This research was conducted in four villages with samples of each one of the springs, namely Kali Manggis Springs in Gerbosari Village, Tuk Tulangan Springs in Ngargosari Village, Kali Bajing Springs in Pagerharjo Village, and Tuk Mudal Springs in Sidoharjo Village. The research was analytical descriptive by using survey method. Data collection using questionnaire instruments, in-depth interviews with local community leaders, and field observations. Data analysis using statistical analysis conducted in three stages, namely the distribution frequency table analysis, cross tabulation analysis and multinomial logistic regression analysis. The results of this research indicate that the spreading of springs evenly distributed in four research villages with 51 springs. All springs are utilized by the community to meet the daily water needs. Local wisdom of the community in the management of springs in the form of local knowledge, values, ethics and morals, and norms in the form of recommendations and taboos are applied to preserve the springs. The degree of community participation in the management of springs in the four villages of the research sites was categorized into citizen power based on Arnstein classification of participation degree. This means that the community has a bigger role than the government in the water management activities. Based on the indicator of participation level in springs management used in this research, the level of community participation in counseling related to springs management in the four research villages is in the medium category. The level of community participation in the use of springs in Gerbosari and Pagerharjo village is in the medium category, while in Ngargosari and Sidoharjo village is in the high category. The level of community participation in springs maintenance in Gerbosari and Pagerharjo villages is in the high category, while in Ngargosari and Sidoharjo villages are in the medium category.

Kata Kunci : partisipasi masyarakat, pengelolaan mata air, mata air, kearifan lokal, Kecamatan Samigaluh