Laporkan Masalah

USIA PUBERTAS DAN CITRA TUBUH TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI DI YOGYAKARTA

RIHUL HUSNUL J, Dr.Toto Sudargo SKM, M.Kes; Prof. dr. Djauhar Ismail, SpA(K), MPH. Ph.D

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

INTISARI Latar Belakang: Perilaku seksual pranikah merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada remaja. Ada banyak faktor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual pranikah seperti usia pubertas dan citra tubuh. Remaja dengan usia pubertas lebih awal cenderung lebih beresiko melakukan perilaku seksual pranikah dibandingkan remaja dengan usia pubertas terlambat. Remaja dengan citra tubuh yang tinggi akan merasa puas dengan penampilannya sehingga lebih cenderung untuk terlibat dalam perilaku seksual pranikah. Tujuan: Mengetahui hubungan usia pubertas dan citra tubuh dengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif dan kulitatif. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 206 siswi Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil: Sebesar 28,16% responden berisiko melakukan perilaku seksual pranikah. Usia pubertas serta citra tubuh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja p>0,05. Media informasi dan teman sebaya memberi pengaruh paling besar terhadap hubungan usia pubertas dengan perilaku seksual pranikah. Media informasi memberi pengaruh paling besar terhadap hubungan citra tubuh dengan perilaku seksual pranikah. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia pubertas dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan perilaku seksual pranikah pada remaja.

Background: Premarital sexual behavior is one of the health problems that occur in adolescents. There are many factors that cause teens to engage in premarital sexual behavior such as puberty and body image. Adolescents with early puberty are much more at risk of premarital sexual behavior than teenagers with late pubertal age. Teenagers with high body image will be satisfied with the appearance so it is more likely to engage in premarital sexual behavior. Objective: To identify the relationship between age of puberty and body image with premarital sexual behavior in young women in Yogyakarta. Methods: Observational research with cross sectional design using quantitative and qualitative approach. The number of samples to be taken in this study were 206 students of Vocational High School in Yogyakarta with sampling technique purposive sampling. Result: As many as 28.16% of respondents are at risk of sexual pre-marriage. The age of puberty and body image has no significant relationship with premarital sexual behavior in adolescents p> 0.05. Media information and peers gives the most influence to age of puberty relationship with premarital sexual behavior. Media information gives the most influence on the relationship of body image with premarital sexual behavior. Conclusion: There is no significant relationship between age of puberty and premarital sexual behavior in adolescents. There is a no significant relationship between body image and premarital sexual behavior in adolescents

Kata Kunci : remaja, usia pubertas, citra tubuh, perilaku seksual pranikah/adolescent, age of puberty, body image, premarital sexual behavior

  1. S2-2017-388207-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388207-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388207-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388207-title.pdf