Laporkan Masalah

TUGAS AKHIR PEMODELAN SISTEM DRAINASE BERPORI (POROUS DRAINAGE SYSTEM) KONDISI CLOGGING DENGAN INTENSITAS HUJAN KALA ULANG 10 TAHUN UNTUK PENANGANANAN GENANGAN DI HALAMAN CANDI PRAMBANAN

BELA KRISTIANINGRUM, Dr. Ir. Ahmad Rifa'i, M.T.

2017 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Hujan yang tidak terserap dengan maksimal menimbulkan genangan di Halaman I Candi Prambanan sehingga menganggu mobilitas wisatawan. Salah satu upaya untuk menangani genangan adalah dengan menerapkan drainase berpori dan paving block berpori menggunakan material erupsi Merapi. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan drainase dengan kondisi clogging karena stuktur berpori tersebut rentan terhadap penyumbatan oleh partikel debu atau tanah. Pemodelan drainase berpori bertujuan untuk mengetahui efektivitas drainase berpori dengan kondisi clogging dan intensitas hujan kala ulang 10 tahun. Metode penelitian meliputi analisis kapasitas drainase yang sudah ada, persiapan bahan dan alat uji pemodelan fisik, pengujian permeabilitas paving block, dan pengujian drainase berpori untuk menganalisis waktu dan tinggi genangan. Pemodelan drainase berpori dilakukan pada kondisi muka air tanah dangkal dan dalam dengan 2,4, dan 5 kali intensitas hujan kala ulang 10 tahun selama 2,4 jam. Hasil pemodelan drainase menunjukkan bahwa dengan kondisi clogging 24,77% dan dengan 2,4, dan 5 kali intensitas hujan kala ulang 10 tahun, sistem drainase berpori efektif dalam mengatasi genangan pada kondisi muka air tanah dangkal dan dalam. Pada kondisi muka air tanah dalam, drainase dapat mereduksi air lebih baik hingga 100% pada 2 kali intensitas, 92,00% pada 4 kali intensitas, dan 78,70% pada 5 kali intensitas. Pada kondisi muka air tanah dangkal dengan 5 kali intensitas, genangan air sudah memenuhi kotak drainase pada menit ke-110 dan saat menit ke-144 genangan air mencapai 60 cm, yakni drainase mereduksi air 29,41%.

The rain which could not be infiltrated optimally occurs puddles in Yard of Prambanan Temple therefore causing inconvenience and disruption of the mobility of tourists. One of the efforts to overcome puddles is by applying porous drainage system and combined with applying porous media (porous paving block) which its material made from Merapi eruption. The 1:1 scale modeling of porous drainage stystem has been applied before, nevertheless in this case the porous drainage would be applied with clogging condition because porous pavements are very susceptible to be clogged. The experimental research aim to analyze the effectivity of porous drainage system with clogging condition and 10-year return period intensity-value condition. The experimental research methods are consist of analyzing the capacity of existing drainage, experimenting the permeability of paving block, and experimenting porous drainage system to analyze time and puddle high water level. The modeling of porous drainage system with shallow and deep groundwater level condition is applied with 2, 4, and 5 times of the 10-year return period intensity-value condition during 2,4 hours raining. The result of experimental tests showed that drainage porous system could reduce puddles on shallow and deep groundwater level condition on 24,77% of clogging and in 2, 4, and 5 times of the 10-year return period intensity-value condition. On shallow groundwater level, drainage capable in reducing ponding water better, drainage reduced 100% of the ponding water level in 2 times of the intensity, 92% of the ponding water level in 4 times of the intensity, and 78,7% of the ponding water level in 5 times of the intensity. On deep groundwater level, the ponding water reached the highest level of the box's drainage during 110 minutes raining and when after 144 minutes raining, drainage had 60 cm high water level which meant drainage could reduce 29,41% of the ponding water level.

Kata Kunci : genangan, drainase berpori, penyumbatan, pemodelan fisik