KESESUAIAN RTRW DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN MATAAIR DAN KAWASAN HULU SUB DAS OPAK
ANASTASIA E. P. W., Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si; Dr. Slamet Suprayogi, M.S.
2017 | Tesis | S2 GeografiSub DAS Opak memiliki potensi sumberdaya air yang besar, khususnya mataair. Untuk menjaga kelestarian mataair dan keseimbangan ekosistem dalam DAS disusunlah RTRW sebagai bentuk intervensi penggunaan lahan agar sesuai dengan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterdapatan dan persebaran mataair di hulu Sub DAS Opak, menganalisis kesesuaian penggunaan lahan di hulu Sub DAS Opak terhadap RTRW, menganalisis kesesuaian RTRW dalam mendukung pengelolaan mataair dan kawasan hulu Sub DAS Opak, dan yang terakhir adalah merumuskan strategi pengelolaan mataair dan kawasan hulu Sub DAS Opak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei instansional dan observasi lapang. Untuk analisis data meliputi (1) analisis deskriptif; (2) analisis kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW; (3) analisis kesesuaian RTRW untuk pengelolaan mataair dan kawasan hulu; dan (4) analisis SWOT. Berhasil diinventarisasi sebanyak ± 24 mataair di Sub DAS Opak dan sekitarnya, tersebar di beberapa desa di Kecamatan Cangkringan. Pemerintah dan masyarakat masih mempertimbangkan kelestarian alam dan mataair dalam pemanfaatan ruang karena efektivitas pemanfaatan ruang di bagian hulu Sub DAS Opak sudah cukup baik, yang ditunjukkan dengan 3,8642 km² atau 86,83% dari luas keseluruhan kawasan hulu telah sesuai pemanfaatannya dengan RTRW. Selain itu, 3,1408 km² atau 70,58% dari luas keseluruhan memiliki arahan pola ruang dalam RTRW yang sesuai dengan hasil penentuan arahan peruntukan lahan berdasarkan sistem skoring. Hasil analisis SWOT antara lain: (1) melakukan sosialisasi berkelanjutan mengenai pola pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan; (2) sinergitas antara kearifan lokal dan peraturan yang berkaitan dengan RTRW; dan (3) peran serta ahli untuk penyusunan rencana pola ruang yang tepat guna.
Opak Sub Watershed has great potential water resources, especially springs. Regional spatial planning is arranged to maintain the sustainability of springs and ecosystem in the watershed, with the intention that land is used according to its capability. These research purposes are to identify the spring's existence and distribution, to analyze the compatibility of land use towards applicable regional spatial planning, to analyze the capability of spatial planning to supporting spring and upstream management, and the last is to compile management strategies. The methods used in this research are institutional survey and field observation. Data analysis performed with (1) descriptive analysis; (2) land use suitability towards spatial planning regulation; (3) spatial planning suitability in supporting spring and the upstream management; and (4) SWOT analysis. The results of this research show that there are ± 24 spring that found at Opak Sub Watershed and surrounding area. Government and community are still considering the nature and water resources conservation in the land, indicated by 3,8642 km² or 86,83% of the land use is suitable towards applicable regional planning. In addition, 3,1408 km² or 70,58% of the area has the spatial pattern which is consistent with the results of land use directives based on the scoring system. The results of SWOT analysis are (1) conducting sustainable socialization on spatial planning and land use; (2) synergizing local wisdom and spatial planning regulations; and (3) expert partake in creating an appropriate spatial planning.
Kata Kunci : tata ruang, mataair, penggunaan lahan, analysis SWOT, Sub DAS Opak, spatial planning, spring, land use, SWOT analysis, Opak Sub Watershed