ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK : STUDI PADA PT.XYZ
Wilfried Arief N, Kusdhianto Setiawan, Sivilekonom, Ph.D.,
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTAKesuksesan suatu bisnis tidak hanya bergantung kepada kemampuan operasi bisnis secara individual akan tetapi berdasarkan rantai pasok secara keseluruhan Semakin meningkatnya ketidakpastian menyebabkan perusahaan akan menghabiskan sumber daya yang lebih besar untuk dapat mengantisipasi ketidakpastian permintaan, pasokan, dan biaya. Masalah yang ada terkait rantai pasok di PT. XYZ ialah terdapat kurang lebih 2000 jenis material yang dibutuhkan oleh PT. XYZ dimana hampir 80 % bahan baku yang dibutuhkan oleh PT. XYZ berasal dari luar negeri dimana pemasok yang memasok bahan baku ke PT. XYZ mayoritas merupakan pemasok tunggal. Di dalam penelitian ini penulis akan melakukan analisis dan evaluasi risiko pada aktivitas manajemen rantai pasok di PT.XYZ menggunakan tools House of Risk (HOR) yang dikembangkan oleh Pujawan dan Geraldine (2009). House of Risk tingkat 1 digunakan untuk menentukan agen risiko yang dijadikan prioritas sebagai tindakan preventif sementara House of Risk tingkat 2 memberikan prioritas terhadap strategi yang paling efektif dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki digunakan untuk. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian untuk penilaian dan penanganan terhadap risiko dalam rantai pasok ialah dengan menggunakan metode riset kualitatif (qualitative research method). Di dalam penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara, dan kuesioner untuk tahap identifikasi, penilaian kejadian risiko dan agen risiko yang bersumber dari para ahli yang terlibat dalam rantai pasok di PT. XYZ. Dari hasil penelitian teridentifikasi 20 sumber resiko (risk agent) dan 28 kejadian risiko yang terdiri dari 9 risiko pasok, 4 risiko permintaan, 6 risiko proses, 5 risiko kontrol, dan 4 risiko lingkungan. Berdasarkan nilai ARP, prioritas sumber risiko terpilih ialah permasalahan produksi dari pihak pemasok itu sendiri (540), dan kesalahan dari pegawai atau human error ketika menjalankan proses operasional (372). Terdapat lima alternatif mitigasi sumber risiko yang diperoleh melalui focus group discussion (FGD) dan survei menggunakan metode house of risk tingkat 2 yaitu melakukan review terkait lead time pemesanan bahan baku dan meningkatkan safety stock (4860); Melakukan training karyawan terkait material knowledge,Good Manufacture Practice (GMP), dan safety (1674); Menetapkan perjanjian atau kontrak terkait dengan persetujuan target kualitas antar pemasok dengan perusahaan (1620); Melakukan perbaikan prosedur khususnya tahap kritis pada proses bisnis (1116); dan Pengkajian pemasok dengan ketat dengan melengkapi form prospective supplier (810).
The success of a business is not only on the ability of individual business operations, but also all parts of supply chain. The increasing uncertainty causes the company to spend more resources in anticipation of the uncertainty of demand, supply and cost. Problems related to the supply chain in PT. XYZ is there are approximately 2000 kinds of material needed by PT. XYZ where almost 80% of raw materials needed by PT. XYZ comes from abroad where suppliers who supply raw materials to PT. XYZ majority is a single supplier. In this study the authors will analyze and evaluate risk on supply chain management activities in PT.XYZ using House of Risk(HOR) tools developed by Pujawan and Geraldine (2009). House Level Risk level 1 is used to identify priority risk agents as preventive measures while House of Risk level 2 determine priority to the most effective strategies with consider resources that the company had. The method used to answer the research question for the assessment and handling of risk in the supply chain is to use qualitative research method (qualitative research method). In this study also used interviewing techniques, and questionnaires for the identification stage, assessment of risk events and risk agents sourced from experts that involved in the supply chain at PT. XYZ. The results of the study identified 20 risk sources and 28 risk events consisting of 9 supply risks, 4 demand risks, 6 process risks, 5 control risks, and 4 environmental risks. Based on the ARP value, the priority of the selected risk source is the production issue of the supplier itself (540), and the error of the employee or human error when carrying out the operational process (372). There are five risk mitigation alternatives obtained through focus group discussion (FGD) and survey using house of risk method level 2 which is reviewrelated to lead time of ordering raw material and increasing safety stock (4860); conducting employee training related material knowledge, Good Manufacture Practice (GMP), and safety (1674); Establish agreements or contracts related to approval of quality targets between suppliers and companies (1620); Perform improvements to procedures particularly critical stages on business processes (1116); and Supplier assessment closely with complete the prospective supplier form (810).
Kata Kunci : Supply Chain Management, Supply Chain Risk Management, Manajemen Risiko, House of Risk / Supply Chain Management, Supply Chain Risk Management, Risk Management, House of Risk.