Laporkan Masalah

STUDI KETAHANAN SOSIAL FESTIVAL FILM DOKUMENTER (Studi Ketahanan Sosial Pada Pemuda Penyelenggara Festival Film Dokumenter 2015)

NURUL HIDAYAH, Prof. Dr. Mohtar Masoed;Dr. Budi Irawanto SIP MA

2017 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh politik film di Indonesia yang secara tidak disadari telah terjadi sejak jaman kolonialisme, kemudian politik film juga dirasakan pada zaman orde baru, dan pada saat ini struktur produksi film dokumenter tidak bisa dilepaskan dari wacana politik ekonomi global dalam bentuk kultural imperialisme. Begitu juga dengan penyelenggaraan festival film saat ini yang berada di tengah arus ekonomi global, memberikan kesempatan komunitas film untuk berjejaring dengan berbagai lembaga, sehingga perlu adanya penelitian mengenai kekuatan penyelenggara festival, dan juga peran Festival Film Dokumenter terhadap Ketahanan Sosial, khususnya penyelenggara Festival Film Dokumenter tahun 2015. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori Ketahanan Sosial, yaitu Enam atribut Ketahanan Sosial dan Teori Kualitas Ketahanan Sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara, dan analisis dokumen). Hasil penelitian dan pembahasan, yang pertama penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Festival Film Dokumenter mendorong generasi muda membuat film dokumenter didasarkan atas tujuan mengembangkan film dokumenter di Indonesia. Kedua, penelitian ini juga menunjukan bahwa Festival Film Dokumenter memenuhi kualitas Ketahanan Sosial, yaitu 1. Coping capacities -kemampuan Forum Film Dokumenter mengatasi dan menyelesaikan masalah dalam penyelenggaraan festival; 2. Adaptive capacities kemampuan Forum Film Dokumenter untuk belajar dari pengalaman masa lalu dan menyesuaikan diri dengan tantangan masa depan; dan 3. Transformative capacities kemampuan untuk membangun lembaga yang berperan aktif dalam ketahanan masyarakat yang berkelanjutan terhadap krisis di masa depan. Ketiga, Festival Film Dokumenter mampu membangun Ketahanan Sosial melalui berbagai peran, yaitu: menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang ada di sekelilingnya, memberikan pembelajaran, dan mempertemukan berbagai pihak dalam Festival, sehingga membuka ruang partisipatoris yang dapat membuka ruang kemitraan dari arena sosial-politik yang lebih luas.

This research was motivated by the politics of the film in Indonesia since the days of colonialism. The current structure of documentary film production can not be separated from the political discourse of the global economy in the form of cultural imperialism. Film festival in the middle of the global economy, provide opportunities to network with various institution. Research on the agenda of the organizers of the festival film are needed, as well as the role of the Documentary Film Festival and also Social Resilience of Festival organizer, particularly organizer of Festival Film Dokumenter 2015 (Documentary Film Festival 2015). This research used qualitative research methods. The techniques of collecting data through literature and field research (observation, interviews, and document analysis). The research approach is Social Resilience studies: The six attributes of Social Resilience and The three dimensions of Social Resilience. The research results show that the Documentary Film Festival activities encourages young people to make a documentary and Forum Film Dokumenter (Documentary Film Forum) has objective to developing documentary in Indonesia. Secondly, this study also shows that the Documentary Film Festival fulfill quality of Social Resilience dimention: 1. Coping capacities, Documentary Film Forum have the ability to cope and solve problems in organizing of the festival; 2. Adaptive Capacities - Documentary Film Forum have ability to learn from their past experiences and adapting to future challenges; 3. The Transformative Capacities, is the ability to build institutions that play an active role in sustainable community resilience against future crises. Thirdly, Documentary Film Festival was able to build the Social Resilience through a variety of roles: growing public awareness of the issues that exist in the environment, deliver learning, and bringing the various parties in the Festival, thus opening participate space to open wider political space of the arena social partnership.

Kata Kunci : Festival Film Dokumenter, Pemuda, Ketahanan Sosial