Laporkan Masalah

VALIDASI MODUL "LINGKARAN" UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ORANGTUA MENYAMPAIKAN PREVENSI KEKERASAN SEKSUAL ANAK

ZAHRINA MARDHIYAH, Dr. Ira Paramastri, M. Si., Psikolog

2017 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan aktivitas seksual dengan ancaman, pemaksaan atau rayuan oleh orang dewasa atau sebaya untuk memperoleh kepuasan seksual terhadap anak di bawah umur. Semakin muda usia anak, semakin tinggi risiko untuk mengalami kekerasan seksual, dan semakin parah dampak KSA yang ditimbulkan. Namun, KSA tidak selalu dilaporkan karena ketidaktahuan anak dan orangtua. Oleh karena itu, dibutuhkan prevensi primer melalui psikoedukasi orangtua "Lingkaran". Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi modul prevensi KSA "Lingkaran" melalui validasi isi dengan professional judgmenet dan validasi empirik menggunakan desain untreated control group with dependent pretest and posttest sample. Tiga belas orangtua anak usia dini terbagi dalam kelompok eksperimen (KE) dan kontrol (KK). Mann Whitney U test digunakan untuk menguji perbedaan pengetahuan dan keterampilan menyampaikan prevensi KSA antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul "Lingkaran" valid secara isi maupun secara empiris. Modul "Lingkaran" mempunyai validitas isi yang memuaskan (Aiken's V= 0,75-0,9). Mann Whitney U Test menunjukkan bahwa (1) keterampilan menyampaikan prevensi KSA pada KE (Mdn=13,75) lebih tinggi dibandingkan KK (Mdn=5,5), U=0, p=0,003. (2) pengetahuan pada KE (Mdn=29) lebih tinggi daripada KK (Mdn=25,5), U=2, p=0,008. Dengan demikian, modul "Lingkaran" disarankan kepada psikolog sebagai panduan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orangtua dalam menyampaikan prevensi KSA untuk anak usia dini.

Child Sexual Abuse (CSA) defined as any activity that involves a child before the age of legal consent, through any threat, coercion, or flattery by adult or peer in order to get a sexual gratification. The younger child's age, higher risk being a CSA victim, and more severe impacts will be happen. Most of CSA were unreported. Lack of victims and parents knowledge of CSA was their reason. This research aims to validate content and empirically "Lingkaran" as CSA prevention module for parents. Validate content uses professional judgement. Employing quantitative approach for empiric validity, it uses quasi experimental method involving untreated control group with dependent pretest and posttest sample. Thirteen respondents are parents in two preschools whom are divided into experiment and control group. Skill demonstrated by parents before (pretest) and after intervention (posttest) of both group will be scored and compared using Mann Whitney U test. Result showed that module "Lingkaran" valid, it had a good content validity and improved parents' knowledge (U=2, p=0.008) also skill to educate CSA prevention (U=0, p=0.003).

Kata Kunci : kekerasan seksual anak, prevensi primer, orangtua sebagai agen prevensi

  1. S2-2017-339704-abstract.pdf  
  2. S2-2017-339704-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-339704-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-339704-title.pdf