Laporkan Masalah

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAN PRODUKTIVITAS NIRA AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr) PADA LAHAN AGROFORESTRY DI KECAMATAN TOGEAN, KABUPATEN TOJO UNA-UNA, PROVINSI SULAWESI TENGAH

GABRIEL AGLOUI P, Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc.;Prof. Dr. Ir. Moch. Sambas Sabarnurdin, M.Sc

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Perubahan paradigma Timber Forest ke Non-timber Forest akhir-akhir ini dianggap semakin penting setelah produktivitas kayu dari hutan alam semakin menurun.. Salah satu HHBK yang menjadi unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah adalah nira dari tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr). Dari aspek silvikultur, upaya budidaya aren telah mulai dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Togean Provinsi Sulawesi Tengah, melalui pola agroforestry. Perubahan pola dan lokasi tanaman, dari semula tumbuh liar di hutan alam menjadi tanaman budidaya di lahan agroforestry tentu memberi pengaruh pada lingkungan tempat tumbuh bagi tanaman aren, termasuk variasi intensitas cahaya yang diterima, dan pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini ialah : 1) mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap kandungan klorofil dan produktivitas nira aren, 2) mengetahui pengaruh faktor lingkungan (suhu dan kelembaban) dan faktor tanaman (klorofil, tinggi pohon dan diameter batang) terhadap produktivitas nira. Penelitian berlokasi di Desa Urulepe Kecamatan Togean Kabupaten Tojo Una- Una Provinsi Sulawesi Tengah. Pengukuran produksi nira aren dilakukan selama dua kali/hari dalam kurun waktu 45 hari kering (tanpa hujan) secara purpossive pada lahan agroforestry aren cengkeh dengan 3 tingkat intensitas cahaya (tinggi, sedang, dan rendah), menggunakan 90 tanaman aren yang dalam masa sadap aktif dan terbebas dari penyakit. Pengambilan daun di 90 tanaman aren, dilakukan pada akhir pengamatan yang selanjutnya di analisis kandungan klorofilnya di laboratorium. Pengambilan data tinggi pohon aren, diameter batang dilakukan pada awal penentuan pohon sampel, sedangkan kelembaban dan suhu dilakukan setiap pengambilan nira. Pengambilan daun untuk uji klorofil, dilakukan pada akhir penelitian dengan maksud agar daun tetap segar saat di analisa di laboratorium. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan metode Kruskal Wallis H dan regresi linier berganda. Hasil penelitian dan uji Kruskal Wallis H menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil, dengan jumlah klorofil terbanyak ada pada perlakuan intensitas cahaya rendah (1,01 kurang lebih 0,04 mg/g daun), diikuti intensitas cahaya sedang (0,86 kurang lebih 0,05 mg/g daun), dan intensitas cahaya tinggi (0,79 kurang lebih 0,04 mg/g daun). Untuk pengaruh intensitas cahaya terhadap produktivitas aren, ternyata hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan intensitas cahaya rendah dengan nilai rata-rata 16,1 kurang lebih 3,02 liter/pohon/hari, diikuti intensitas cahaya sedang (13,9 kurang lebih 2,25 liter/pohon/hari), dan intensitas cahaya tinggi (16,1 kuranglebih 3,02 liter/pohon/hari). Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kelembaban berpengaruh negatif, sedangkan tinggi, diameter dan kandungan klorofil berpengaruh positif terhadap produktivitas nira. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal di lahan agroforestry tanpa perlakuan pemupukan, pola pertanaman yang baik untuk pertanaman aren ialah dengan intensitas cahaya 25% hingga 45%.

Changes of paradigm nimber Forest'sto non-timber forest recently has been seen increasingly important after timber productivity from natural forests was declining. One of the leading NTFPs in Central Sulawesi Province is Sugar Palm (Arenga pinnata (Wurmb) Merr). From the aspect of silviculture, the effort of Sugar Palm cultivation has begun by the people of Togean District of Central Sulawesi Province, through the pattern of agroforestry. Changes in the pattern and location of the plant, from the original grow wild in natural forests into cultivated crops in agroforestry land certainly gives effect to the growing environment for Sugar Palm trees, including variations of light intensity received, and eventually will affect to the growth and productivity. The purpose of this research are: 1) to know the extent of the light intensity on the content of Sugar Palm chlorophyll and Sugar Palm productivity, 2) to know the extent of environmental factors (temperature and humidity) and plant factors (chlorophyll, tree height and stem diameter) affect the productivity of nira. The study is located in Urulepe Village, Togean Sub-district, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi Province. Measurement of Sugar Palm production was conducted twice/day in a period of 45 days dry (without rain) purposively on clove agroforestry land with 3 level of light intensity (high, medium, and low), using 90 Sugar Palm plants which in active tapping and free from disease. Leaf picking in 90 Sugar Palm plants, conducted at the end of the observation than chlorophyll content analyzed in the laboratory. Data collection of Sugar Palm trees hight, stem diameter is conduct at the beginning of the determination of trees sample, while humidity and temperature are conduct in every taking of nira. Leaf picking for chlorophyll test was conducted at the end of the study with the intention to keep the leaves fresh when analyzed in the laboratory. Relationship among variables were analyzed using Kruskal Wallis H and multiple linear regression. The result of Kruskal Wallis H test showed that the light intensity had significant effect on chlorophyll content, with the highest number of chlorophyll at low light intensity treatment (1,01 plus minus 0,04 mg/g leaf), followed by medium light intensity (0,86 plus minus 0,05 mg/g leaf) , And high light intensity (0,79 plus minus 0,04 mg/g leaf). For the effect of light intensity on Sugar Palm productivity, the highest result was obtained at low light intensity treatment with average value 16,1 plus minus 3,02 liters/tree/day, followed by medium light intensity (13,9 plus minus 2,25 liters/tree/day), and high light intensity (16,1 plus minus 3,02 liters/tree/day). Multiple linear regression analysis showed that variable of humidity had negative effect, while height, diameter and chlorophyll content have positive effect to nira productivity. To get maximum result in agroforestry land without fertilizer treatment, good cropping pattern for Sugar Palm cropping is by light intensity 25% to 45%.

Kata Kunci : intensitas cahaya, klorofil, produktivitas nira, agroforestry;light intensity, chlorophyll, nira productivity, agroforestry