Laporkan Masalah

Inovasi Organisasi Badan Usaha Milik Desa Studi di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul

TYAS AYU WIBAWATI, Dr. Hempri Suyatna, S. Sos, M. Si

2017 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Kelembagaan ekonomi desa merupakan gagasan untuk mendorong kemandirian masyarakat. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dalam pasal 87 menyatakan bahwa pendirian badan usaha milik desa (BUMDesa) ditujukan untuk mendayagunakan potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan ekonomi di pedesaan sudah sejak lama dijalankan oleh Pemerintah, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan. BUMDesa menjadi lembaga yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi pembangunan di desa. Model pelaksanaan kelembagaan ekonomi desa di berbagai daerah menjadi bench mark dari praktik pelaksanaan BUMDesa. Salah satu Desa yang cukup berkembang dalam melaksanakan unit usaha ialah Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Pemerintah Desa Panggungharjo mengembangkan BUMDesa yang bernama BUMDesa Panggung Lestari sebagai pondasi pembangunan desa. Hal yang menarik ialah upaya inovasi yang dilakukan oleh BUMDesa Panggung Lestari dalam memajukan lembaga ekonomi desa. Keunggulan BUMDesa Pangung Lestari terlihat dari kreativitas dan ide-ide baru mengenai produk, jasa, metode produksi, dan proses administrasi yang memberikan kontribusi untuk pembaruan organisasi. Inovasi merupakan kunci sukses untuk mempertahankan keberadaan BUMDesa Panggung Lestari di tengah masyarakat dan di tengah persaingan bisnis yang dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pada proses di lapangan, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan BUMDesa Panggung Lestari terdiri dari inovasi pada proses/tata kelola, unit usaha/produk dan nilai. Inovasi proses/tata kelola BUMDesa dilakukan pada tahapan perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan. Inovasi pada unit usaha/produk tercermin dari jenis usaha yang dibangun yaitu, unit usaha KUPAS (Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah), Unit Usaha Pengolahan Minyak Jelantah dan Minyak Nyamplung, Pangan Sehat dan Toko Swadesa. Inovasi nilai terlihat dari apresiasi terhadap nilai inovasi dan nilai kemandirian. Inovasi BUMDesa juga membawa manfaat di antaranya ekonomi, pendidikan keterampilan, sosial dan lingkungan. Aspek-aspek yang mempengaruhi BUMDesa Panggung Lestari sehingga dapat tetap bertahan ialah adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari proses organisasi dimana Sumber Daya Manusia, tujuan organisasi dan sistem organisasi yang dibangun BUMDesa mendukung adanya inovasi. Kemudian, faktor eksternal ialah adanya jaringan (network) dengan BUMDesa lain, organisasi sosial, pihak swasta dan dukungan dari pihak pemerintah. Perkembangan teknologi menjadi faktor internal yang mendorong adanya inovasi yang dilakukan pada unit usaha BUMDesa seperti penggunaan teknologi tepat guna dalam pengolahan minyak jelantah dan minyak nyamplung.

Village-owned enterprises are ideas to encourage community independence. The Government Regulation Number 6 Year 2014 about Village in article 87 states that the establishment of village-owned enterprises (BUMDesa) is intended to utilize the economic potential, economic institutions, and the potential of natural resources and human resources in order to improve the welfare of the community. Economic development in rural areas has long been run by the Government, but these efforts have not produced satisfactory results. BUMDesa is an institution that is expected to benefit the development in the village. The implementation model of village-owned enterprises in various regions becomes the bench mark of the implementation practice of BUMDesa. One of the most developed villages in implementing business units is Panggungharjo Village, Sewon District, Bantul Regency. Panggungharjo Village Government developed BUMDesa named BUMDesa Panggung Lestari as the foundation of village development. The interesting point is the innovation effort done by BUMDesa Panggung Lestari in developing the village-owned enterprises. The advantages of BUMDesa Pangung Lestari are visible from creativity and new ideas about products, services, production methods, and administrative processes that contribute to organizational inovation. Innovation is the key of success to maintain the existence of BUMDesa Panggung Lestari in the middle of society and the dynamic business competition. The research method used is qualitative method with descriptive analysis approach. In the field process, researchers collect data through observation, indepth interview and documentation. The result of the research shows that innovations done by BUMDesa Panggung Lestari consist of innovation in process/governance, business unit/product and value. Innovation on process/governance of BUMDesa is done at the planning, organizing and implementation stages. Innovation in business units/products is reflected in the type of business that is built, the business unit of KUPAS (Group of Waste Management Enterprises), Palm Oil Waste Processing and Nyamplung Oil Processing, Healthy Food and Swadesa Shop. Innovation on value is seen from the appreciation of the value of innovation and the value of independence. BUMDesa innovation also brings benefits including economics, skills education, social and environmental. Aspects that affect the BUMDesa Panggung Lestari so it can survive are the existence of internal factors and external factors. Internal factors consist of organizational processes where Human Resources, organizational goals and organizational systems built BUMDesa supports the innovation. Then, the external factor is the network with other BUMDesa, social organizations, private parties and support from the government. Technological developments become internal factors that encourage the innovations made in BUMDesa business units such as the use of appropriate technology in the processing palm oil waste and nyamplung oil.

Kata Kunci : inovasi, lembaga ekonomi desa, BUMDesa

  1. S2-2017-373144-abstract.pdf  
  2. S2-2017-373144-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-373144-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-373144-title.pdf