PENGARUH MENGULUM COKELAT MENGANDUNG SUKROSA DAN XYLITOL TERHADAP DERAJAT KEASAMAN, VOLUME DAN KADAR KALSIUM SALIVA PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN
DIAH AJENG P, Dr. drg. Rinaldi Budi Utomo, MS, SpKGA(K);drg. Siti Bale Sri Rantinah, SU, SpKGA(K)
2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN GIGI ANAKCokelat merupakan salah satu makanan yang digemari anak-anak karena rasa dan bentuknya beraneka ragam. Teobromin yang terkandung dalam cokelat bubuk ternyata memiliki efek antikariogenik yang lebih tinggi dibanding fluor dalam mengurangi kelarutan email. Cokelat yang beredar dipasaran biasanya menggunakan bahan pemanis berupa sukrosa. Salah satu upaya dalam mengontrol karies gigi adalah dengan mengganti gula sukrosa dengan gula pengganti yang tidak terfermentasi yaitu xylitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh setelah mengulum cokelat yang mengandung sukrosa dan xylitol terhadap volume, derajat keasaman, dan kadar kalsium saliva pada anak usia 10-12 tahun. Cokelat dibuat dengan gula sukrosa dan xylitol dengan konsentrasi 30%. Sebelum dilakukan penelitian subyek penelitian yang sudah menandatangani informed consent dilakukan scaling dahulu. Voulme, derajat keasaman dan kadar kalsium di saliva diuji setelah anak mengulum cokelat yang mengandung sukrosa dan xylitol selama 2 menit dalam hari yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis dengan Independent t-test. Hasil penelitian setelah mengulum cokelat diperoleh rata-rata volume saliva sebesar 1,21 ml pada sukrosa dan 1,23 ml pada xylitol, rata-rata derajat keasaman saliva pada sukrosa diperoleh 6,63 dan 7,27 pada xylitol, rata-rata kadar kalsium pada saliva yang diperoleh 128,13 ppm pada sukrosa dan 100,21 ppm pada xylitol. Uji Independent t-test menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada volume saliva setelah mengulum cokelat yang mengandung sukrosa dan xylitol (p>0,05) sedangkan pada pengukuran derajat keasaman dan kadar kalsium menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah mengulum cokelat yang mengandung xylitol menghasilkan volume yang tidak jauh berbeda dengan cokelat sukrosa dan cokelat xylitol menghasilkan derajat keasaman yang lebih besar, dan kadar kalsium yang lebih rendah daripada cokelat yang mengandung sukrosa.
Chocolate is one of children’s favorite snacks because of its taste and it can be made into various shape. Surprisingly, chocolate powder contains theobromine which has anticariogenic effect higher than fluor in reducing enamel solubility level. Chocolate sold on market usually use sucrose as the sweetener. One of the effort to prevent caries is to substitute sucrose with the unfermented ones, xylitol. The objectives of this study were to investigate the effect of chocolate contained sucrose and xylitol on the salivary volume, acidity level, and calcium level in children aged 10-12 years. The chocolate were made by sucrose and xylitol in 30% of concentration. Before the experiment started, all subjects signed the informed consent and did dental scaling. Salivary volume, acidity level, and calcium level counted after the subject sucking chocolate which contains sucrose and xylitol in two minutes on the different day. Data were analyzed using Independent t-test. The results indicated average salivary volume was 1.21 ml with sucrose and 1.23 ml with xylitol, average salivary acidity level was 6.63 with sucrose and 7.27 with xylitol, average salivary calcium level was 128.13 ppm with sucrose and 100.21 ppm with xylitol. With independent t-test, salivary volume caused by sucking chocolate containing sucrose and xylitol was not significantly different (p>0,05) but significantly different in acidity level, and calcium level (p<0,05). From this study can be concluded that sucking chocolate which contains xylitol resulted in not significantly different salivary volume than sucrose. Higher salivary acidity level found in chocolate which contains xylitol and lower salivary calcium level than chocolate which contains sucrose.
Kata Kunci : cokelat, sukrosa, xylitol, volume, derajat keasaman, kadar kalsium.