Laporkan Masalah

EVALUASI PEMANFAATAN PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KATALOG ELEKTRONIK (E-CATALOGUE) TERHADAP KETERSEDIAAN OBAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN ASMAT TAHUN 2013-2016

FARIDAH SYAM, Prof. Sri Suryawati, Apt.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Obat merupakan komponen yang tak tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat di Kabupaten Asmat masih menjadi masalah yang sampai saat ini belum dapat teratasi dengan baik. Kecukupan obat merupakan indikasi kesinambungan pelayanan obat untuk mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten/Kota. Adanya e-catalogue diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidakcukupan obat, namun ternyata tetap saja ada keterlambatan, ada ketidaksesuaian yang diadakan dengan yang diterima. Di sisi lain jumlah jenis obat yang disediakan melalui e-catalogue masih belum dapat memenuhi kebutuhan obat Kabupaten Asmat. Hal tersebut, mendorong keingintahuan penulis untuk meneliti apakah jumlah obat dalam e-catalogue telah mencukupi dan bagaimana pemanfaatan pengadaan obat menggunakan e-catalogue dalam mengupayakan terjaminnya ketersediaan obat. Tujuan penelitian : Mengetahui pemanfaatan pengadaan obat berdasarkan e-catalogue dan pengaruhnya terhadap ketersediaan obat. Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan rancangan non eksperimental. Tempat penelitian di Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat Provinsi Papua. Subyek penelitian ini berupa dokumen yang berkaitan dengan pengadaan obat yang diadakan berdasarkan e-catalogue dan laporan perencanaan kebutuhan obat, laporan ketersediaan obat dan laporan hasil wawancara mendalam yang dilakukan untuk menggali informasi pemanfaatan pengadaan obat menggunakan e-catalogue dari informan kunci yaitu bagian Setda, Kepala Dinas Kesehatan, Panitia Pengadaan, Panitia Pemeriksa Barang, dan Kepala Seksi Kefarmasian. Hasil Penelitian : Ketersediaan item obat e-catalogue yang dapat memenuhi item kebutuhan obat Kabupaten Asmat tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 secara berurutan sebesar 74,63%, 71,55%, 75,53% dan 93,97%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pengadaan obat secara e-catalogue adalah regulasi, teknologi, SDM dan suplayer. Realisasi pengadaan obat berdasarkan e-catalogue tahun 2013 sampai tahun 2016 secara berutan sebesar 89,51%, 20,47%, 98,70% dan 77,97%. Dari 20 item obat indikator yang dipilih, tahun 2013 ketersediaan obat dengan kategori aman hanya ada 3 item obat yaitu albendazol tablet (83%), amoksisillin tablet 500 mg (67%) dan glibenklamid tablet (83%). Tahun 2014, ada 4 item obat yaitu amoksisillin sirup (83%), epinefrin inj (94%), oksitetrasiklin salep mata 1% (94%) dan parasetamol sirup (100%). Tahun 2015, ada 4 item obat yaitu deksametason tablet (83%), fitomenadion inj (83%), garam oralit (67%), dan parasetamol sirup (67%). Tahun 2016, ada 3 item obat yaitu deksametason tablet (78%), paracetamol sirup (72%), dan parasetamol tablet 500 mg (79%). Kesimpulan : Tingkat ketersediaan obat di Kabupaten Asmat setelah dilakukan pengadaan obat menggunakan e-catalogue dari tahun 2013-2015 mengalami peningkatan tetapi tahun 2016 mengalami penurunan yang dapat disebabkan karena ketersediaan obat ditingkat suplayer yang masih kurang.

Background: Drugs are an irreplaceable component of health care. The availability of drugs in Asmat District is still a problem that until now has not been resolved properly. Drug adequacy is an indication of continuity of drug services to support health services in districts / municipalities. The existence of e-catalogue is expected to overcome the problem of drug inadequacy, but apparently there is still a delay, there is a discrepancy held with the accepted. On the other hand, the number of drugs supplied by e-catalogue is still unable to meet the medicine needs of Asmat District. This encourages the writer's curiosity to examine whether the amount of drugs in e-catalogue is sufficient and how the use of drug procurement uses e-catalogue to seek assurance Availability of drugs. Objective: To know the utilization of drug procurement based on e-catalogue and its effect on drug availability. Research method: This research is case study research with non experimental design. Place of study in Health Office of Asmat District of Papua Province. The subjects of this study are documents relating to the procurement of drugs held on the basis of e-catalogue and reports on drug needs planning, drug availability reports and in-depth interview reports conducted to explore information on the use of drug procurement using e-catalogue from key informants namely Division of the Regional Secretariat, Head Health Office, Procurement Committee, Goods Inspection Committee, and Head of Pharmaceutical Section. Results: The availability of e-catalogue drug items that can meet the needs of Asmat regency drugs in 2013, 2014, 2015 and 2016 respectively 74.63%, 71.55%, 75.53% and 93.10%. Factors affecting the utilization of e-catalogue of drug procurement are regulation, technology, human resources and suppliers. Actual procurement of drugs based on e-catalogue in 2013 to 2016 in the sequence of 89.51%, 20.47%, 98.70% and 77.97%. Of the 20 selected drug indicator items, in 2013 the availability of safe-only drugs, there were only 3 drug items: albendazole tablets (83%), 500 mg amoxisillin tablets (67%) and glibenclamide tablets (83%). In 2014, there are 4 medicinal items of amoxicillin syrup (83%), epinephrine inj (94%), oxytetracycline eye ointment 1% (94%) and paracetamol syrup (100%). By 2015, there are 4 drug items: dexamethasone tablet (83%), fitomenadion inj (83%), oralite salt (67%), and paracetamol syrup (67%). By 2016, there are 3 drug items: dexamethasone tablets (78%), paracetamol syrup (72%), and paracetamol tablet 500 mg (79%). Conclusion: Level of availability of drugs in Asmat District after the procurement of drugs using e-catalogue from 2013-2015 has increased but in 2016 has decreased which can be caused by the availability of drugs at the level of suppliers are still lacking.

Kata Kunci : Pengadaan obat, e-catalogue, ketersediaan obat, Procurement of drugs, e-catalogue, availability of drugs.

  1. S2-2017-371405-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371405-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371405-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371405-title.pdf