Laporkan Masalah

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR

MUHAMAD HIRZAN H M, Dr. Jamhari, S.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, M.S.

2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi [1] kontribusi kategori pertanian wilayah tertinggi terhadap Provinsi Nusa Tenggara Barat; [2] kategori basis atau non-basis saat ini dan masa mendatang wilayah terpilih; [3] perubahan struktur ekonomi kategori pertanian wilayah terpilih; [4] mengklasifikasikan kategori pertanian wilayah terpilih di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitia ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data menggunakan Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan kategori dengan kontribusi tertinggi terhadap PDRB Nusa Tenggara Barat yaitu kategori pertanian sebesar 23.5%. Kontribusi kategori pertanian tertinggi terhadap PDRB kategori pertanian Nusa Tenggara Bara adalah Kabupaten Bima sebesar 46.8%. Berdasarkan analisis LQ, kategori kehutanan dan penebangan kayu sebesar 2.41% dan kategori perikanan senilai 1.16% merupakan kategori basis dan kategori pertanian*(pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian) merupakan kategori non-basis senilai 0.96%. Berdasarkan analisis DLQ, terdapat reposisi struktur pada kategori pertanian* yaitu dari non-basis seniali 0.96% menjadi basis seniali 1.00%, adapun kategori kehutanan dan penebangan kayu dan kategori perikanan tetap basis. Berdasarkan analisis shift-share, semua kategori bernilai positif dengan kategori tertinggi adalah kategori pertanian* sebesar Rp 1.528.544.064.778,96 (juta) yang dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi provinsi, bauran industri Kabupaten Bima dan pengaruh keunggulan bersaing. Berdasarkan analisis tipologi klassen, terdapat dua klasifikasi kategori pertanian yaitu klasifikasi prima (kategori kehutanan dan penebangan kayu dan kategori perikanan) dan klasifikasi potensial (kategori pertanian*).

This research aims to identify [1] the highest agricultural category contribution in the West Nusa Tenggara province; [2] basic or nonbasic category in current and future; [3] economic structure changes in the agricultural category; [4] classifying agricultural category. This research by a descriptive method. The data analysis by Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift-Share and Klassen Typology. The results with the highest contribution to the West Nusa Tenggara GRDP is the agriculture category of 23.5%. The highest contribution of an agricultural category to the agricultural category GRDP in West Nusa Tenggara is a Bima Regency of 46.8%. Based on LQ analysis, forestry and logging categories by 2.41% and fisheries category by 1.16% are categorized as a base, and the agriculture category*(agriculture, farming, hunting and agricultural services) is non-base categories of 0.96%. Based on the DLQ analysis, there is a repositioning structure in agriculture category* that Originally non-base 0.96% to a base 1.00%, as for forestry and logging categories and fishery categories remain base. Based on the shift-share analysis, all categories are positive values, the highest category is agriculture category* 1,528,544,064,778.96 (million) influenced by provincial economic growth, industry mix and the influence of competitive advantage. Based on the Klassen Typology analysis, there are two classifications of agriculture category that is the prime classification (forestry and logging category and fishery category) and potential classification (agriculture category*).

Kata Kunci : PDRB, Kategori Pertanian, Shift Share, Kategori Basis, Tipologi Klassen

  1. S2-2017-388623-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388623-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388623-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388623-title.pdf