PENGELOLAAN ASET LANSEKAP KOTA SECARA BERKELANJUTAN (STUDI KASUS DI KOTA MAGELANG)
YETTY SETIYANINGSIH, 1. Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc.,Ph.D. 2. Widyasari Her Nugrahandika, S.T.,M.Sc
2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKota merupakan komposisi antara elemen lansekap alam asal dengan elemen lansekap buatan manusia sebagai konsekuensi dari cara manusia mengadaptasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lansekap kota merupakan wajah bentang alam kota, tidak semata - mata lingkungan pertamanan dalam arti sempit, tetapi mencakup segala hal ruang luar (exterior, outdoor) baik yang alami maupun yang buatan dengan segala elemennya, baik yang keras (hard materials) maupun yang lunak (soft materials) (Simonds and Starke, 2006). Kota Magelang merupakan sebuah kota dengan lansekap yang menarik dengan Gunung Tidar sebagai landmark dan slogan Kota Sejuta Bunga. Kedua. Kota Magelang berkembang di jalur strategis yaitu Purworejo, Semarang Yogyakarta dan Temanggung, sehingga dalam perjalanan waktu Kota Magelang tidak bisa menghindari adanya perubahan antar ruang kotanya. Kota Magelang berkembang dengan lahan yang sangat terbatas. Keterbatasan lahan kota tersebut mengacu pada bentuk linier yang didukung dengan adanya dua sungai, yaitu Sungai Progo dan Elo sebagai pembatas administrasi di sebelah Timur dan Barat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengelolaan lahan di Kota Magelang, khususnya pengelolaan lansekapnya. Kata Kunci: Pengelolaan Lansekap Kota, Pengelolaan Aset Lansekap Kota, Aset
The city is a composition between natural landscape elements of origin and manmade landscape elements as a consequence of the way humans adapt the environment to meet their life needs. The town of Magelang is an attractive landscaping city with Mount Tidar as the landmark and slogan of the Million Flower City. The city of Magelang is developing with very limited land. The limitation of urban land refers to the linear form supported by the existence of two rivers, namely Progo and Elo Rivers as administrative boundaries in the East and West. This condition becomes a challenge for land management in Magelang city, especially the management of the landscape. In this study, landscape management is done by looking at landscape elements as "assets". When landscaping is considered an asset, landscaping is both a direct and indirect benefit to the community so that the landscape of a city is no longer neglected but a priority, including in its management budget Keywords: Urban Landscape Management, City Landscape Asset Management, Assets
Kata Kunci : Pengelolaan Lansekap Kota, Pengelolaan Aset Lansekap Kota, Aset