Laporkan Masalah

INVENTARISASI BANGUNAN DI KOMPLEKS KERATON YOGYAKARTA DENGAN PEMERIKSAAN VISUAL SECARA CEPAT (RAPID VISUAL SCREENING) SEBAGAI UPAYA MITIGASI TERHADAP GEMPA BUMI

NOFIAN ADHITYA H, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 TEKNIK PENGELOLAAN BENCANA ALAM

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun pada tahun 1755 dan tepat berada di atas kawasan seismisitas tinggi. Dengan jumlah pengunjung mencapai 750 orang per hari, maka bangunan keraton termasuk ke dalam bangunan resiko tinggi. Gempa Yogyakarta tahun 2006 mengakibatkan Bangsal Trajumas runtuh dan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Hal ini membutuhkan suatu upaya untuk mendukung proses mitigasi terhadap gempa bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi kerentanan satu bangunan dengan menggunakan metode Rapid Visual Screening (RVS) FEMA P-154 Tahun 2015 dan JAVA RVS. Sebanyak 73 bangunan diperiksa secara visual kemudian dituangkan ke dalam formulir pemeriksaan untuk diketahui nilai akhirnya. Nilai akhir ini dibandingkan dengan cut off score sebagai acuan untuk melihat potensi kerentanan suatu bangunan. Dari hasil pemeriksaan FEMA P-154 pada 73 bangunan diperoleh hasil 10 bangunan tidak memerlukan evaluasi detail, sedangkan 63 bangunan yang lain memerlukan evaluasi detail. Sedangkan pemeriksaan JAVA RVS pada 53 bangunan diperoleh hasil 6 bangunan tidak memerlukan evaluasi detail, sedangkan 47 bangunan yang lain memerlukan evaluasi detail. Bangunan yang memerlukan evaluasi detail dikategorikan sebagai bangunan yang memiliki potensi kerentanan yang tinggi. Dari 73 bangunan yang diperiksa, 11 bangunan memerlukan perbaikan akibat pelapukan dan kerusakan material struktur. Untuk itu diperlukan evaluasi detail dengan menggunakan FEMA 310 serta perkuatan pada bangunan-bangunan berstruktur masonry dan kayu.

Ngayogyakarta Hadiningrat palace was built in 1755 and just above the high seismicity area. With the number of visitors reaching 750 people per day, then the palace building is included into the high risk buildings. The Yogyakarta earthquake of 2006 caused the Trajumas Ward to collapse and several buildings were damaged. This requires an effort to support the earthquake mitigation process. This research was conducted to determine the potential vulnerability of one building by using Rapid Visual Screening (RVS) method FEMA P-154 Year 2015 and JAVA RVS. A total of 73 buildings are examined visually and then poured into the examination form to know the final value. This final value is compared with a cut off score as a reference to see the potential vulnerability of a building. From the results of FEMA P-154 examination on 73 buildings obtained the results of 10 buildings do not require detailed evaluation, while the other 63 buildings require detailed evaluation. While the JAVA RVS examination on 53 buildings obtained the results of 6 buildings do not require detailed evaluation, while 47 other buildings require detailed evaluation. Buildings that require detailed evaluation are categorized as buildings that have high potential vulnerabilities. Of the 73 buildings examined, 11 buildings require repairs due to weathering and structural material damage. For that needed a detailed evaluation by using FEMA 310 and retrofitting on masonry and wooden structures.

Kata Kunci : keraton,rvs,javarvs,fema,gempa