ETIKA PARIWISATA PADA SENI PERTUNJUKAN DI RAMAYANA BALLET PRAMBANAN
RETNO MOORTRISARI W, Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch. ; Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc.
2017 | Tesis | S2 Kajian PariwisataSeni pertunjukan sebagai sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dapat disebut sebagai objek daya tarik wisata. Atraksi seni pertunjukan untuk pariwisata harus disajikan secara harmonis dengan tetap memperhatikan penanganan yang baik. Keharmonisan pertunjukan tersebut dapat tercapai dengan melandasi segala kegiatan pada pengertian dasar etika yang menjunjung tinggi hal baik dan buruk. Pertunjukan Ramayana Ballet Prambanan sebagai daya tarik melibatkan tiga komponen utama yang masing-masing mempraktekkan etika pariwisata. Ketiga komponen dalam penelitian ini dibagi berdasar Model Sosiologi Budaya menurut Raymond Williams, yaitu manajemen sebagai lembaga budaya, penyaji sebagai isi budaya, dan wisatawan sebagai efek budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh etika pariwisata yang dipraktekkan oleh tiga komponen utama. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat penyimpangan yang dilakukan oleh tiga komponen utama serta rekomendasi untuk mengurangi penyimpangan etika pariwisata pada pertunjukan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perolehan data secara eksploratif untuk mendeskripsikan hal terkait dengan etika pariwisata yang dijumpai pada presentasi atraksi Ramayana Ballet Prambanan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara tak berstruktur yang berfokus. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah beberapa etika pariwisata yang dipraktekkan antara lain adalah kontrol keseriusan dan aktivitas wisatawan, serta dukungan kepada kelompok penyaji oleh manajemen. Selanjutnya penyajian adegan yang didukung oleh tata cahaya dan iringan, persiapan segala keperluan pementasan, dan evaluasi pertunjukan oleh penyaji. Etika pariwisata yang dipraktekkan oleh wisatawan adalah penghargaan terhadap pertunjukan, respon wisatawan terhadap penyaji, dan rasa ingin tahu wisatawan terhadap sajian pertunjukan. Selanjutnya penyimpangan etika yang dilakukan ketiga komponen seperti manajemen yang tidak menampilkan foto dan keterangan tokoh utama pada leaflet, ketidakseriusan penyaji dalam menampilkan pertunjukan, wisatawan yang tidak taat terhadap peraturan, dan wisatawan yang tidak menghargai pertunjukan yang disajikan.
Performing Art as something fascinating and prestigious to visit for can be called as object of tourist attraction. Attraction of Performing Art for tourism must be presented in harmony by paying attention on its good handling. The harmony of the performance can be achieved with the basis of all activities on the basic ethical notion that upholds the good and bad. The Prambanan Ramayana Ballet as an attraction involves three major components that each conveys the value of tourism ethics. Those three components in this research are divided based on Cultural Sociological Model according to Raymond Williams; those of which are management as cultural institution, presenter as cultural content and tourist as cultural effect. The purpose of this research was to figure out how far the tourism ethics were implemented and conveyed by those three components. In addition, this research also noticed the violation done by those components as well as the recommendation to reduce the violation of tourism ethics on the performance. This research applied qualitative approach by gathering the data in explorative way to describe the matters related to tourism ethics found in the presentation of Prambanan Ramayana Ballet attraction. The method of collecting data was conducted through observation and unstructured-focused interview. The results obtained from the research were some tourism ethics which are conveyed such as control of the seriousness and activity of tourists as well as the support to presenter group from the management. Moreover, there are scene presentation supported by lighting and accompaniment, preparation of all staging needs, and performing evaluation by the presenters. The tourism ethics conveyed by the tourists are the appreciation to the performance, tourist’s response on the presenters, and tourist’s curiosity towards the performance presentation. Furthermore, the violation of ethics done by the components are like the management who did not show any photos and testimony of the main characters on the leaflet, the not-seriousness of presenters in performing, the tourists who did not obey the rules, and the tourists who did not appreciated the performance presented.
Kata Kunci : :Etika, manajemen, penyaji pertunjukan, wisatawan, penyimpangan