Laporkan Masalah

Manfaat Klaster Ekonomi Berbasis Kopi di Kabupaten Bondowoso

ALIF MUBARAK AHMAD, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Dr. Ir. Any Suryantini, M.M.

2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Kopi merupakan komoditas penting dengan proporsi perkebunan kopi rakyat mendominasi luas perkebunan kopi di Indonesia secara keseluruhan (96%). Kopi adalah salah satu produk andalan Kabupaten Bondowoso. Klaster kemitraan ekonomi berbasis kopi dibentuk demi menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara petani dan mitra terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani kopi di daerah pengembangan klaster ekonomi berbasis kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi, dan manfaat yang diperoleh petani kopi dari klaster kemitraan ekonomi berbasis kopi. Pendapatan usahatani kopi merupakan selisih antara nilai produksi kopi dan biaya produksi. Rata-rata penguasaan lahan di Kabupaten Bondowoso adalah 65.384 m2 per petani dengan rata-rata pendapatan Rp 89.883.053 per petani per musim panen. Faktor yang mempengaruhi produksi kopi secara signifikan adalah penguasaan lahan dan penggunaan tenaga kerja manusia. Manfaat yang didapat oleh petani kopi melalui klaster ekonomi berbasis kopi adalah peningkatan wawasan, kerja kelompok tani yang semakin baik, harga kopi yang lebih layak, kemudahan akses permodalan, dan kemudahan produksi dan usahatani kopi.

Coffee is an important commodity with the proportion of smallholder coffee plantations dominating the total coffee plantations in Indonesia as a whole (96%). Coffee is one of the mainstay products of Bondowoso Regency. The coffee-based economic partnership cluster was formed to establish mutually beneficial cooperation between farmers and related partners. This study aims to determine the income of coffee farming in the coffee-based economic cluster development, the factors affecting coffee production, and the benefits obtained by coffee farmers from the cluster of coffee-based economic partnership. Coffee farm income is the difference between the value of coffee production and the cost of production. The average land tenure in Bondowoso Regency is 65.384 m2 per farmer with average income Rp 89.883.053 per farmer per harvest season. Factors affecting coffee production significantly are land tenure and use of human labor. The benefits gained by coffee farmers through coffee-based economic clusters are increased insights, improved farmer group work, more decent coffee prices, easy access to capital, and ease of production and coffee farming.

Kata Kunci : income, benefits, factors of production, cluster, partnership, coffee

  1. S1-2017-288538-abstract.pdf  
  2. S1-2017-288538-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-288538-title.pdf