Tingkat Kesiapan Individu Dalam Penerapan Manajemen Pengetahuan Kasus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan
UKI MAHARANI PAMUKTI, Dr. Ir. Rudy Hartanto, M.T; Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak
2017 | Tesis | S2 Teknik ElektroDi instansi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH), data mengenai hasil belum terorganisir dengan baik. Data dan informasi mengenai hal ini masih tersebar di masing-masing individu yang melakukan kegiatan eksplorasi. Kondisi ini menjadi semakin sulit ketika seseorang membutuhkan suatu data maupun informasi dan kesulitan mencari pemiliknya. Hal seperti ini dirasa kurang efektif dan efisien demi kelancaran dan keberlangsungan instansi. Melihat hal tersebut maka diperlukan suatu manajemen pengetahuan untuk dapat mengelola serta mendokumentasikan segala macam data maupun informasi yang dimiliki oleh para individu yang melakukan kegiatan eksplorasi. Namun, proses implementasi manajemen pengetahuan akan menimbulkan reaksi dari individu yang ada. Reaksi ini terkait dengan kesiapan dari seorang individu dalam mengimplementasikan suatu teknologi. Oleh karena itu, peneliti mengajukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui kesiapan penerapan manajemen pengetahuan. Model yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan metode Knowledge Manajemen Readiness (KM Readiness) Konseptual dan digabungkan dengan model Technology Readiness Index (TRI). Proses evaluasi dilakukan dengan analisis deskriptif hasil kuesioner dan metode PLS (Partial Least Square). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan infrastruktur knowledge management dengan kesiapan individu signifikan sedangkan, hubungan performance expectancy dan effort expectancy terhadap kesiapan individu tidak signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa individu yang merupakan peneliti dan teknisi litkayasa di B2P2BPTH merasa belum siap dalam penerapan manajemen pengetahuan.
In the Center for Research and Development of Biotechnology and Plant Breeding Forest (B2P2BPTH), research products from research areas scattered throughout the forest area of Indonesia have not well organized. Data and information still scattered in each individual conducting exploration activities. The conditions become difficult when a person needs data or information then difficulty finding owner. Things like this are considered less effective and efficient for sustainability of agencies. For that, it needs a knowledge management to be able to manage and documented all of data and information. However, the process of implementation knowledge management will lead to reactions from existing individuals. Because this reaction is related to the individual readiness of implementing a technology. Therefore, the researcher proposed research to know the individual readiness in the implementation knowledge management. The model of research used Conceptual Knowledge Management Readiness (KM Readiness) and combined with Technology Readiness Index (TRI) model. The results of this study indicate that the correlation between knowledge management infrastructure with individual readiness significant while, correlation between performance expectancy and effort expectancy with individual readiness is not significant so it can be concluded that individual feel not ready for the implementation of knowledge management.
Kata Kunci : kesiapan individu, KM Readiness, manajemen pengetahuan, PLS, TRI