PROGRAM ELEKTRIFIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI SURAKARTA 1902-1942
FITRIA NURJAYANTI, Dr. Nur Aini Setiawati, M.Hum.
2017 | Tesis | S2 Ilmu SejarahPenelitian ini merekonstruksi perkembangan kota Surakarta ketika listrik masuk ke Surakarta pada tahun 1902-1942. Sebelum adanya listrik penerangan di Surakarta kurang memadai sehingga aktivitas terhenti di malam hari. Untuk mengatasi masalah ini maka pemerintah Belanda dan pemerintah tradisional dalam hal ini Kasunanan dan Mangkunegaran bekerjasama melaksanakan program elektrifikasi di Surakarta. Oleh karena itu penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana perkembangan elektrifikasi di Surakarta. Ruang lingkup spasial penelitian ini adalah Surakarta, sementara ruang lingkup temporal adalah tahun 1902-1942. Tahun 1902 menjadi pijakan awal karena pada tahun itu listrik mulai masuk ke Surakarta dan pemerintah segera melaksanakan program elektrifikasi. Penelitian berakhir pada tahun 1942 dengan alasan bahwa di tahun ini kekuasaan Belanda berakhir dan digantikan Jepang. Sebagai studi sejarah penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) adanya program elektrifikasi di Surakarta ternyata sangat menguntungkan karena Surakarta mendapat penerangan dari listrik; (2) listrik menjadi kebutuhan yang vital di dalam dunia usaha dan masyarakat karena aktivitas ekonomi maupun sosial yang terhenti di malam hari bisa kembali dilakukan dan industri semakin berkembang (3) Dengan sentuhan listrik yang ada pada jaman itu membawa Surakarta mendapat predikat sebagai kota yang tak pernah tidur dikarenakan banyak bermunculan hiburan-hiburan malam seperti pasar malam, bioskop, serta tempat-tempat pesta untuk para meneer dan noni Belanda. Setelah berdirinya perusahaan listrik Solosche Electriciteits Maatschappij (SEM) dan perluasan elektrifikasi maka terjadi perubahan-perubahan besar dalam elemen sosial masyarakat yang terjadi di Surakarta khususnya pada masa pasca tahun 1902.
This research reconstructed the development of Surakarta city when electricity was brought in to surakarta in 1902-1942. Before there was electricity, the lighting in the city was inadequate so the activity was stopped at nighttime. To solved that problem, Dutch government and traditional government which were in this case were Kasunanan and Mangkunegaran worked together to do electrification program in surakarta. Because of that, this research try to find out the development of electrification in surakarta. The spacial scope of this research is in Surakarta, while the temporal scope of this research is in between 1902-1942. 1902 is the starting point because in that year electricity was began to be brought in to Surakarta and the government soon started the electrification program. This research ended in 1942 with reason that in that year Dutch power was ended and replaced by japan. As historical study, this research utilized primary and secondary sources. The result of this research are (1) the electrification program in surakarta is very profitable because Surakarta get lighting from electricity (2) electricity becime vital needs in business world and society because economy and social activity whuch are stopped in nighttime can be done again so that the industry is growing; (3) with electricity at that time brought surakarta to get the predicate as the never sleep city because there were many evening entertainmens emerged such as nighttime market, cinema, and party spots for Dutch meneer and noni. After the establishment oh electric company Solosche Electriciteits Maatschappij(SEM) and electrification invansion, the major changes of social element in society was occured in Surakarta especially in the post-1902.
Kata Kunci : Elektrifikasi, Surakarta, listrik/electrification, Surakarta, electricity