PERNIKAHAN MUDA DAN BERHENTI SEKOLAH: Studi Kasus Hubungan Menikah Muda dan Sekolah di Dusun Adat Sade, Rembitan, Lombok Tengah
GERARDUS MAYELLA C.D, Prof., Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A
2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAPernikahan muda di Indonesia dinilai sebagai permasalahan yang harus dihapuskan karena berdampak negatif pada dunia pendidikan. Pemerintah melihat ketika remaja usia sekolah memutuskan untuk menikah di usia muda, maka hal itu akan berdampak pada pendidikannya di mana mereka akan berhenti sekolah. Skripsi ini membahas hubungan menikah muda dan sekolah di Sade. Dusun Sade yang dikenal sebagai dusun Adat masih melakukan pernikahan muda hingga sekarang, dan banyak dari mereka berhenti sekolah di jenjang SMP dan SMA. Hal ini lah yang membuat instansi pendidikan khususnya sekolah berupaya untuk menghentikan terjadinya pernikahan muda di Lombok khususnya di Sade. Penelitian dilakukan terhadap masyarakat Sade yang melakukan pernikahan di usia muda dan tidak melakukan pernikahan di usia muda, serta masyarakat Sade yang berhenti sekolah dan menyelesaikan sekolahnya hingga jenjang SMA atau perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan kegiatan partisipasi observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian tidak terbatas pada kalangan tertentu saja, informan terdiri dari kepala dusun, pemandu wisata, ketua adat, tukang kayu, pemborong, juru pungut, guru dan juga pedagang. Semua informan melakukan proses adat perkawinan Sade dan melakukan kawin lari dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sade lebih memprioritaskan menikah muda karena dengan melakukan pernikahan hubungan kekerabatan antar keluarga menjadi semakin erat. Bagi masyarakat Sade agar dapat bertahan hidup secara berkomunitas hal yang dibutuhkan adalah saling membantu dan bergotong royong. Dengan mempercepat proses pernikahan maka masyarakat Sade merasa lebih aman dan nyaman untuk hidup. Hal ini menunjukkan bagaimana sebenarnya masyarakat Sade melakukan pernikahan secara kondisional dan sesuai kebutuhan untuk bertahan hidup. Maka dibutuhkan adanya pendidikan kontekstual yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk bertahan hidup agar pendidikan adat dan pendidikan formal (sekolah) dapat berjalan beriringan.
Marriage in a young age in Indonesia become a problem for the government, they thought it give a negative impact for education in Indonesia. The government assess when teenager decided to marriage in a young age then they will quit from the school because of it. This minithesis discuss about relationship between marriage in a young age and school in Sade Village. Sade Village known as customary village that still do marriage in a young age, and most of them quit school in junior high school and senior high school. It's make the educational institution especially school try to stop marriage in a young age in Lombok, especially in Sade. The informant of this research is Sade's people who did marriage in a young age and also who didn't do it. Also people who quit from the school and they who finish their study untul senior high school or college. The research method is a qualitative research which do a observatory participation and depth interview. The informant is not choosen by specific class or categories, they are headchief, tourism guide, head of the suctomary, carpenter, contractor, juru pungut, teacher and also merchant. All of them do the process of Sade's customary marriage, and also do the elope with different educational background. The result of this research show how Sade's people have the high priortiy for marriage in a young age, which make their relationship between relatives become more close than before. For Sade's people, if they want to survive with live in community they shuld work together and gotong royong so they think kinship is so important. Therefore they hurrying process of marriage so they can live with safe and comfortable in community because of help from the relatives. It shows that Sade's people do the marriage beacuse of the condition and their requirement to survive live in the community. The important thing is to do the contextual education which appropriate with the requirement of Sade's people, so the customary education and education (school) can work together.
Kata Kunci : menikah muda, berhenti sekolah, bertahan hidup / marriage in a young age, quit school, survive