RESILIENSI IBU TERHADAP ANAK ADHD
PRIMADA S. RIHANDINI, Fathul Himam, Drs., M.Psi., M.A., Ph.D., Psikolog
2017 | Tesis | S2 PsikologiResiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki individu yang sifatnya dapat dipelajari, untuk menghadapi, mengatasi tekanan kehidupan dan pada akhirnya mampu bangkit kembali dari keterpurukan. Ibu yang memiliki anak dengan Attention Deficit/ Hiperactivity Disorder(ADHD) sering mendapati kesulitan ketika anak seringkali menampilkan masalah pada konsentrasi, impulsivitas, hiperaktifitas dan juga keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana resiliensi ibu dalam menghadapi anak ADHD dan bagaimana mengembangkannya dalam pengasuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan self report. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan subjek penelitian sebanyak 3 orang dengan anak ADHD yang berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa resiliensi Ibu dalam menghadapi anak ADHD meliputi: ketekunan/kekerasan hati (perseverance), ketenangan hati (equanimity), kepercayaan diri (self-relience), spiritualitas, nrimo dan sikap tawakal.
Resilience is an individual ability that can be learned to cope, overcome life pressures and ultimately rise from adversity. Mother who have ADHD children often find it difficult when child presents problem with concentration, impulsivity, hyperactivity and also speech delay. The purpose of this research is to know the resilience of mother to children with ADHD and applying in parenting. Subjects in this study amounted to 3 mothers.In-depth interview and self report that will be used to obtain data.The results of this research is resilience mother is reflected in perseverance, equanimity, self-relience, spirituality, self-acceptance, and tawakal.
Kata Kunci : resilience mother, children with adhd