Laporkan Masalah

PEMILIHAN LOKASI HUNIAN PRASEJARAH DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KARAMA, MAMUJU, SULAWESI BARAT (KAJIAN ARKEOLOGI LANSKAP)

CITRA IQLIYAH D, Dr. Anggraeni, M.A.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Kawasan daerah aliran sungai diketahui merupakan salah satu lanskap dengan sumberdaya alam yang melimpah, sehingga dapat mendukung aktivitas hunian manusia pada periode yang panjang. Lanskap dinamis seperti ini menyimpan sumberdaya arkeologi dan informasi geomorfologi masa lampau yang menjadi bahan kajian arkeologi lanskap. Penelitian yang dilakukan di situs-situs kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karama, Sulawesi Barat sejauh ini mengindikasikan aktivitas hunian yang intensif pada masa Prasejarah, sehingga penulis merasa perlu untuk mengungkap dan memahami alasan pemilihan lokasi hunian melalui korelasi bentuklahan (morfologi) dengan karakter dan distribusi situs di lokasi tersebut. Kajian arkeologi lanskap dalam tulisan ini menerapkan metode sains untuk mendapatkan data dari lapangan dan melakukan analisis spasial berupa korelasi data lingkungan fisik dan konteks arkeologi. Data lingkungan fisik terdiri dari topografi, morfologi, vegetasi, dan letak situs terhadap sungai, sedangkan kontekas arkeologi terdiri dari himpunan temuan arkeologi dan pertanggalan situs. Interpretasi hasil analisis data dilakukan secara induktif untuk mengidentifikasi karakteristik lanskap hunian situs-situs di DAS Karama dan alasan pemilihan lokasi hunian. Perubahan morfologi lokasi situs dan erosi di kawasan DAS Karama diketahui menyebabkan transformasi data arkeologi serta mempengaruhi lingkungan fisik lokasi situs. Meski demikian pengaruh tersebut tidak lantas mengurangi peran komponen fisik lokasi situs sebagai data analisis spasial dalam kajian ini. Analisis korelasi data dari situs-situs di sepanjang aliran utama Sungai Karama di kawasan muara (Sikendeng, Lattibung 1, Lattibung 3, Lemo Lemo 2, Lemo Lemo 3, Along Along, Pantaraan 1), maupun di kawasan pedalaman (Salu Makulak, Minanga Sipakko, Kamassi, Palemba), menghasilkan karakteristik lanskap hunian. Karakteristik tersebut menunjukkan lokasi hunian yang berada pada morfologi aluvial sungai (puncak bukit, teras bukit, dan teras sungai), berada pada topografi lahan yang relatif datar, dan berada di tepi aliran utama sungai atau di tepi pertemuan sungai (confluence). Interpretasi karakteristik lanskap hunian memperlihatkan dua faktor yang mendukung kawasan DAS Karama sebagai lokasi hunian, yakni aksesibilitas dan keamanan. Faktor aksesibilitas meliputi kemudahan akses terhadap sumberdaya alam dan akses yang memungkinkan terjadinya interaksi antar komunitas, sedangkan faktor keamanan menunjukkan bahwa lokasi situs relatif terlindungi dari ancaman bencana alam manusia. Kedua faktor tersebut yang kemungkinan besar menjadi alasan utama manusia memilih kawasan DAS Karama sebagai lokasi hunian.

River basin region as natural landscape is well known of its natural resources abundance. It is a dynamic landscape which supports human occupation for long period. It contains archaeological resource and geomorphologic information of past environment as now became source of landscape archaeology studies. As research in Karama River Basin sites has been conducted for years indicates intensive human occupation in Prehistoric period. Hence, it is necessary to reveal and to understand the reason behind human occupation in Karama River Basin based on correlation between morphology, sites characteristic, and sites distribution. This study applies scientific method to obtain data from field and to conduct spatial analysis by correlating physical environment data with archaeological context. Environment physical data consist of topography, morphology, vegetation, and site position along the river, while archaeological context consist of artifact assemblages and sites dating. Inductive reasoning has been done to identify occupation landscape characteristics and selection of location. Disturbance caused by erosion and morphologic changes lead to archaeological data transformation and also affected physical environment of archaeological sites. However, that kind of disturbance did not make physical environment less reliable as spatial analysis data in this study. Correlation analysis of sites along main stem of Karama River both in downstream region (e.g. Sikendeng, Lattibung 1, Lattibung 3, Lemo Lemo 2, Lemo Lemo 3, Along Along, Pantaraan 1) and upstream region (e.g. Salu Makulak, Minanga Sipakko, Kamassi, Palemba) has resulted occupation landscape characteristics. The characteristics consist of occupation sites located in river alluvial morphology (hilltop, hill terrace, and river terrace), located in relatively flat surface area, and located in river side or in the river confluence. There are two factors derived from landscape characteristics to support human occupation: accessibility and protection. Accessibility means there is no difficulties to access natural resources and there is possible access to secure interaction between communities. Protection means the location is relatively safe or less affected by both natural and human hazards. Those factors are probably became main reason for human to occupy Karama River Basin intentionally.

Kata Kunci : lanskap, hunian, Prasejarah, DAS, Karama.