Pelaksanaan Pengawasan Terhadap Peredaran Jajanan Pasar di Kabupaten Sleman Oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta
ADITYO WIDHI KURNIA, Dwi Haryati, S.H.,M.H.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan terkait dengan pelaksanaan pengawasan terhadap peredaran jajanan pasar di Kabupaten Sleman oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta. Metode penelitian dalam penulisan hukum ini adalah kombinasi antara penelitian hukum empiris dan normatif. Penelitian hukum empiris dilakukan dengan cara datang langsung ke lokasi penelitian untuk melakukan wawancara kepada narasumber dan responden terkait objek masalah yang diteliti, untuk memperoleh data primer. Penelitian hukum normatif dilakukan dengan penelitian kepustakaan yang berhubungan dengan objek yang diteliti, untuk memperoleh data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan Oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta. Hal ini terlihat masih ditemukannya beberapa kasus di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sleman terkait jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Belum optimalnya pelaksanaan pengawasan terhadap peredaran jajanan pasar dipengaruhi faktor-faktor yaitu kurang sumber daya manusia yang dimiliki oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta, kurang intensifnya sosialisasi terkait bahaya penggunaan bahan berbahaya terhadap makanan dan sanksi yang ada belum bisa memberikan efek jera.
This study aims to analyze the problems associated with the implementation of supervision on the circulation of snack market in Sleman District by the Central Food and Drug Supervisory Yogyakarta. The method of research in the writing of this law is a combination of empirical and normative law research. Empirical legal research is done by coming directly to the location of research to conduct interviews to resource persons and respondents related to the object of the problem studied, to obtain the primary data. Normative legal research is done by library research related to the object studied, to obtain secondary data. The results of this study indicate that the supervision has not been maximally conducted by the Indonesian Food and Drug Supervisory Agency. This is seen still the discovery of some cases in traditional markets in Sleman Regency related snacks containing hazardous materials. The lack of optimization of supervision on the circulation of market snacks is influenced by factors such as the lack of human resources owned by Balai Besar Pengawas Drugs and Food of Yogyakarta, the lack of intensive socialization related to the danger of using hazardous substances against food and the existing sanction has not been able to provide deterrent effect.
Kata Kunci : Pengawasan Pemerintah, Peredaran jajanan Pasar / Government Supervision, Distribution of Market Snacks