PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT JALAN TENGAH DALAM PROBLEM INDIVIDUALITAS DAN SOSIALITAS MANUSIA : PERSPEKTIF ANTROPOLOGI METAFISIK
AGUS SUTONO, Prof. Dr. Lasiyo, MA., MM; Dr. P. Hardono Hadi
2017 | Disertasi | S3 Ilmu FilsafatDisertasi yang berjudul Pancasila Sebagai Filsafat Jalan Tengah Dalam Problem Individualitas dan Sosialitas Manusia: Perspektif Antropologi Metafisik ini dilatarbelakangi antara lain masih terbukanya kajian tentang dasar ontologis Pancasila yaitu konsep tentang manusia. Problem yang masih terbuka dalam kajian filsafat adalah problem tentang individualitas dan sosialitas manusia. Tujuan penelitian melalui refleksi metafisis mencoba menjawab pertanyaan mengenai hakikat manusia menurut Pancasila dalam dimensi antropologi metafisik khususnya terkait dengan aspek individualitas dan sosialitas manusia; relevansi hakikat manusia menurut Pancasila sebagai filsafat jalan tengah bagi panduan hidup bangsa Indonesia dan pengembangan Filsafat Pancasila. Penelitian kepustakaan ini menggunakan metode penelitian kefilsafatan berdasar bahan berupa : literatur yang secara langsung berkaitan dengan objek material penelitian Pancasila dalam hal kajian antropologi metafisik Pancasila. Sumber sekunder meliputi buku-buku atau jurnal ataupun tulisan-tulisan lain yang menyangkut antropologi metafisik tentang Pancasila yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hermeneutika dengan unsur-unsur metode : historis, deskripsi, verstehen (pemahaman), interpretasi dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menemukan bahwa: a) hakikat manusia menurut Pancasila sebagai filsafat jalan tengah terkait dengan individualitas dan sosialitas manusia dari perspektif antropologi metafisik adalah konsep manusia seimbang. Konsep manusia seimbang menurut Pancasila tergolong ke dalam konsep jalan tengah yang menerima hal yang bersifat dikotomik namun tidak memutlakkan salah satunya, dan keseimbangan sebagai norma dasarnya. Titik jalan tengah dan keseimbangan di antara keduanya itulah realitas yang sebenarnya, dan inilah konsep manusia seimbang Pancasila; b) analisis antropologi metafisik Pancasila sebagai filsafat jalan tengah terhadap individualitas dan sosialitas manusia menunjukkan manusia sebagai proses dinamik yang saling mempengaruhi, mengandung, meng-adakan dalam relasi yang seimbang; c) Relevansi hakikat manusia seimbang yang mencerminkan prinsip jalan tengah Pancasila sebagai panduan hidup bangsa Indonesia adalah munculnya nilai keutamaan antara lain: nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab, nilai solidaritas, nilai kepercayaan, nilai keadilan, dan nilai kerjasama yang relevan untuk dijadikan pandangan hidup serta pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Relevansi bagi pengembangan Filsafat Pancasila adalah bahwa prinsip jalan tengah sebaiknya menjadi cara pandang baru dalam mencari kebenaran yang khas bangsa Indonesia, karena kebenaran tidak pernah ditemukan dalam masingmasing sisi ekstrim namun kebenaran berada diantaranya.
The dissertation entitled Pancasila as the Middle Way Philosophy in Human Individuality and Sociality Problems: Metaphysical Anthropology Perspective, is triggered by among others the fact of the unfinished studies on Pancasila basic ontology namely, the concept of human beings. The unfinished problems on philosophy studies among others are problems on human beings individuality and sociality. The problems which need to be addressed is the relation of 'I' and 'Others'. Metaphysical reflection tries to address these questions in finding the answer on problems of the nature of human beings according to Pancasila in metaphysical antropology particularly in relation to aspect of human beings individuality and sociality. This library study research applies approach or method particularly employed in philosophy research based on references such as: literature directly related to the complete and comprehensive material object of research on Pancasila in terms of metaphysical anthropology studies of Pancasila. The secondary sources range from books, journals, or other writings relating to relevant metaphysical antropology of Pancasila. As a research on philosophy, this research makes use of hermeneutic method comprising methods of: history, description, verstehen, interpretation, and reflection. The obtained research findings show that a) the nature of human beings according to Pancasila is a concept of human beings reflecting middle way principle manifested in balance human beings characters. Human natures reflecting middle way principle are human beings who develop basic balance characters. Individuality and sociality might not be both true if one of them istaken into more prominent principle. Middle way and balance in between is the true reality, and it is then the concept of balance human beings according to Pancasila. b) The analysis of metaphysical anthropology of Pancasila as the philosophy of the middle path toward individuality and humanity shows man as a dynamic process that influences, contains, and performs in a balanced relation; c) In relation to the nature of human beings reflecting middle way principle in harmonious balance, Pancasila, accordingly, as the life guide could produce eminent values such as openness, responsibility, solidarity, trust, justice, cooperation, which are relevant to be used as a guide. The enrichment relevance with Pancasila philosophy is that middle way principle should then be a new perspective in the way of seeking for truth, since truth is found in between those values.
Kata Kunci : Pancasila, antropology metaphisic, balance human beings, antropologi metafisik, manusia seimbang