ANALISIS SAFETY PRACTICE PADA INDUSTRI BATIK, STUDI KASUS DI SENTRA BATIK GIRILOYO DESA WUKIRSARI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL
ROFIATUN, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Industri batik merupakan salah industri yang memberikan dukungan ekonomi masyarakat, serta mampu menyerap tenaga kerja. Proses pembuatan batik dengan menggunakan bahan- bahan kimia seperti NaOH, Na2SiO3 untuk penguncian warna, penggunaan bahan pewarna dan proses pelorodan malam/ lilin dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan pekerja dan lingkungan sekitar akibat dari limbah yang ditimbulkan. Minimnya modal usaha, rendahnya pengetahuan terhadap bahaya bahan kimia yang digunakan, kurangnya sumber daya, jam kerja yang panjang, hubungan kerja yang bersifat borongan/satuan, manajemen yang dikelola sendiri, minimnya dukungan sarana dan prasarana serta persebarannya yang luas menyebabkan adanya kesulitan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, melakukan pemetaan sistem pembuangan limbah batik dan mengetahui tentang literasi keselamatan dan kesehatan kerja serta mendiskripsikan tingkat risiko ergonomi di sentra batik Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang yang terdiri dari pengusaha batik, pekerja batik, kelompok pengrajin batik dan pemerintah daerah Kabupaten Bantul. Hasil : model kerja home-based worker, intensitas penggunaan pewarna sintetis yang lebih tinggi dibandingkan pewarna alami, belum adanya literasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta postur kerja yang statis. Kesimpulan : Penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja masih lemah, Pembuangan limbah tanpa proses pengolahan terlebih dahulu dapat berdampak pada kondisi lingkungan. Promosi dan pendidikan kesehatan belum berjalan efektif. Tingkat risiko ergonomi pada skala rendah, sedang dan tinggi pada proses pembuatan batik.
Background: Batik industry is one of industries which provides economical support of society, and able to employ labors. The process of making batik using chemical substances such as NaOH, Na2SiO3 for color locking, the use of dye and the process of pelorodan (release) wax can affect the health conditions of workers and the surrounding environment as a result of waste generated. The lack of business capital, poor knowledge of chemical hazards used, lack of resources, long working hours, individual/collective labor relations, self-managed management, insufficient support of facilities and infrastructure and its widespread distribution lead to difficulties in the implementation of safety and occupational health. Objective: This study aims to determine the occupational safety and health practice, to map the waste batik disposal system and to know about the occupational safety and health literacy and to describe the level of ergonomic risk in batik making process in the center of Giriloyo batik Wukirsari Village, Imogiri District, Bantul Regency. Research Method: A qualitative approach was employed to gather the data for the study, utilizing a purposive sampling technique. The sample (n = 15) consisted of batik employer, batik workers, batik craftsmen group and local government of Bantul. Finding: home based worker model, intensity of synthetic dye use higher than natural dye, lack of literacy about work safety and health and static work posture. Conclusion: weakness of the implementation of occupational safety and health practices, Waste disposal without processing can affect environmental conditions. Health promotion and education has not been effective yet. Level of risk of ergonomics scale are low, medium and high in the batik making process.
Kata Kunci : safety practice, literasi, limbah, ergonomi, industri batik,