Laporkan Masalah

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH YANG EFEKTIF DI TPA WINONG UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH DI KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH

AFRIZAL ABDI M, Muslikhin Hidayat, ST., MT., Ph. D ; Rochim Bakti Cahyono, ST., M. Eng., Ph. D

2017 | Tesis | S2 TEKNIK SISTEM

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar, dan termasuk dalam empat besar penduduk terbanyak di dunia setelah China, India, dan Amerika. Jumlah penduduk yang besar akan dibarengi juga dengan kebutuhan energi yang meningkat, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang sedang dihadapi pemerintah sekarang ini yaitu dalam memenuhi kebutuhan energi nasional bagi masyarakat Indonesia. Permasalahan lain yaitu mengatasi permasalahan lingkungan seperti dalam pengelolaan limbah rumah tangga maupun industri. Memenuhi target pemerintah dalam target rasio elektrifikasi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan penggunaan energi dari fosil, maka jalan keluarnya adalah penggunaan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang merupakan langkah tepat untuk saat ini. Salah satu jenis energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi sampah (waste to energy) yang dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Sampah di kota � kota besar telah menjadi permasalahan tersendiri, padahal pemerintah mempunyai kebijakan strategis untuk meningkatkan target pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Pemanfaatan sampah sebagai bahan baku PLTSa selain berfungsi untuk mengurangi timbunan sampah juga menghasilkan listrik, menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Tujuan penelitian ini adalah melakukan tinjauan tentang kelayakan sampah untuk PLTSa di TPA Winong, mengetahui kapasitas sampah yang masuk, mengetahui persentase komposisi sampah yang bakar dan tidak bakar, melakukan pemilihan teknnologi dengan metode grid analysis dan tinjaun tentang kelayakan teknologi PLTSa yang akan diaplikasikan. proses tahapan penelitian ini dimulai dari masuknya truk pengangkut sampah ke jembatan timbang sebelum masuk TPA. Hasil pengukuran massa sampah pada truk pengangkut direkap dan diolah untuk diketahui hasil informasi nama supir truk, nomor polisi kendaraan, asal timbulan sampah dan didapatkan data berupa massa sampah yang dibawa. Pengambilan sampel sampah dari truk pengangkut sampah dipilih secara acak untuk dilakukan proses pemilahan secara manual. Proses pemilahan dilakukan untuk mengetahui komposisi sampah bakar dan tidak bakar organik maupun nonorganik. Hasil penelitian ini adalah Sudah dilakukan tinjauan dengan adanya proses pengambilan data komposisi sampel sampah di TPA Winong, didapatkan data komposisi sampah bakar untuk PLTSa dengan teknologi insinerator sebesar 41.857 kg/hari dan komposisi sampah tidak bakar untuk PLTSa dengan teknologi landfill sebesar 15.298 kg/hari. Sampah di TPA Winong sudah layak untuk dijadikan sistem PLTSa di Kabupaten Boyolali. Kapasitas massa sampah yang masuk ke TPA Winong yang diangkut oleh truk pengangkut sampah yang berasal dari sumber timbulan sampah di wilayah Kabupaten Boyolali sebesar 57.155 kg/hari. Persentase komposisi sampah bakar di TPA Winong sebesar 73,23% dan persentase komposisi sampah tidak bakar sebesar 26,76%. Teknologi terpilih yang digunakan untuk sistem PLTSa di TPA Winong Kabupaten Boyolali adalah insinerator tipe I8-1000, insinerator tipe I8-10S, generator tipe BG 200 kW, dan generator tipe BG2 5 kW.

Indonesia is one of the countries with a large population, and is among the top four in the world after China, India and America. The large population will also be accompanied by increasing energy needs, it is becoming a growing homework that is in meeting the national energy needs for the people of Indonesia nowadays. Another problem is solving environmental problems in the management of household and industrial waste. Fulfilling government targets in national electrification targets while reducing fossil energy use, the solution is the use of new and renewable energy sources (EBT) which is the right step for now. One type of renewable energy that can be utilized is waste energy (waste for energy) that can be used as a Waste Power Plant (PLTSa). Waste in big cities has become a problem in itself, the government has a strategic strategy to increase the target of new and renewable energy sources utilization. Utilization of waste as a raw material PLTSa in addition to functioning to reduce waste dumps also generate electricity, reduced greenhouse gas (GHG) emissions, and increase national energy security. The purpose of this research is do a review of the feasibility of waste for PLTSa in Winong Field, know the capacity of waste entering, know the percentage of the composition of the burned and non-burned waste, do technolgy option with grid analysis method and a study on the feasibility of technology PLTSa to be applied. stage The process of this research starts from the entry of waste trucks to weigh stations before entering the field. The result measurement of mass waste on truck transported was processed to know the result of information of truck driver's name, vehicle police number, origin of waste generation and obtained data mass of waste. taking of samples waste from trucks is randomly selected for manual sorting. The sorting process is done to find out the composition of burn waste and not burn organic or nonorganic. The result of this research is a review of the composition of waste samples in Winong field, the data of waste composition for PLTSa with incinerator technology is 41.857 kg/day and the composition of non burn waste for PLTSa with landfill technology is 15.298 kg/day. wate in Winong field is feasible to be PLTSa system in Regency of Boyolali. The mass capacity of waste that enter to Winong field is transported by truck coming from waste generation source in regency of Boyolali is 57.155 kg/day. The percentage of waste composition can burn in Winong field was 73.23% and the percentage of waste composition not burn was 26,76%. The technology selected and used for PLTSa system at Winong field regency of Boyolali are incinerator type I8-1000, incinerator type I8-10S, generator type BG 200 kW, and generator type BG2 5 kW

Kata Kunci : TPA Winong, Analisa Kelayakan, PLTSa, Insinerator, landfill