Laporkan Masalah

Analisis Evaluasi Pemberlakuan Clinical Pathway Pada Tindakan Bedah Caesar Di Rumah Sakit Umi Barokah Boyolali

TRI KURNIASARI, DR. Dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes., Sp.S.; DR. Dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Meningkatnya kejadian bedah caesar di berbagai negara menjadi salah satu masalah kesehatan apalagi jika dilakukan tanpa indikasi medis yang tepat. Melihat risiko infeksi yang mungkin terjadi lebih tinggi dibanding persalinan normal. Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya pendidikan serta pengetahuan masyarakat, maka semakin lama tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin tinggi. Hal ini menjadi tuntutan bagi layanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan biaya yang terjangkau. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan mengurangi variasi proses dengan menerapkan clinical pathway. RSU Umi Barokah merupakan RS tipe D dengan kasus bedah caesar > 40% tiap bulannya. Dalam pelaksanaan pelayanannya bedah caesar digunakan clinical pathway karena jumlah kasus ini merupakan kasus yang banyak serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tujuan: Mengukur dampak pelaksanaan clinical pathway pada bedah caesar terhadap mutu dan biaya di RSU Umi Barokah dibandingkan sebelum menggunakan clinical pathway. Metode: Desain penelitian menggunakan kohort retrospektif. Kelompok yang dilihat yaitu kelompok pasien bedah caesar yang dirawat sebelum diberlakukan clinical pathway dan kelompok setelah diberlakukan clinical pathway. Data yang digunakan dengan menggunakan data sekunder. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap lama rawat inap dari 4,99 hari menjadi 2,76 hari. Kesesuaian penggunaan obat dengan formularium nasional meningkat dari 43 pasien menjadi 137 pasien, dan jenis anestesi regional yang digunakan meningkat dari 124 pasien menjadi 138 pasien. Berbeda untuk kejadian dehisensi pasca operasi tidak terdapat perbedaan antara sebelum diberlakukan CP dengan setelah diberlakukan CP dari 7 pasien menjadi 6 pasien. Kesimpulan : Pemberlakuan clinical pathway berpengaruh pada penurunan length of stay, peningkatan kesesuaian obat dengan formularium nasional, dan peningkatan penggunaan anestesi regional. Pemberlakuan clinical pathway tidak berpengaruh pada terjadinya dehisensi pasca operasi.

Background: incidence of cesarean section has raised in some countries and affects to public health status, moreover medical treatment has been done without appropriate medical indication. Cesarean section potentially increases risk of infection higher than normal childbirth. Demands on quality of health services are increasing over time, convenience acces to education and improvemented of community knowledge. The condition become a focused of health services to improve quality of service at an affordable cost. One effective way to improve service quality is reducing variation proccess through implementation of clinical pathways. Beginnen of mother and child hospital, now Umi Barokah Hospital has become general hospital type D since 2009. Demands of cesarean section raises more than 40% each month. It is a big cases and need expensive cost, so caesar surgery used clinical pathway. Purpose: analysing impact before and after applies clinical pathway for caesar section to wards quality and cost in Umi Barokah Hospital. Method: study design addobted cohort restrospective study. Group divide beetween group of patient hospitalized cesarean section before implementation clinical pathway and group of patient hospitalized after implementation clinical pathway data used secondary data included patient medical record and form of patient got cesarean section. The form used to collected data and processed by stastical analysis. Result: result showed significant difference beetween length of stay (LOS) from 4,99 days reduce to 2,76 days appropriateness on drug comsumtion by national formularium increased from 43 patients to 137 patients used anesthesia increased from 124 patients to 138 patients. Difference of surgical wound stitching after surgery showed no signicant difference after implementation of CP from 7 patients only decreased to 6 patient. Conclution: implementation of cliniccal pathway affects to reduction length of stay, improvement of drug conformity with national formularium and improvement of regional anesthesia used. Implementation of clinical pathway does not affects on surgical wound stitching occurence after surgery.

Kata Kunci : Clinical Pathway, bedah caesar, LOS, formularium, anestesi, dehisensi, Clinical Pathway, Cesarean Section, Length of Stay (LOS), Formularium, Anesthesia

  1. S2-2017-371435-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371435-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371435-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371435-title.pdf