Karakteristik Lahan yang Diganggu oleh Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicuLaris) di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul
TRI DIBYOSUMBOGO, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc.; Dr. M. Ali Imron, S.Hut., M.Sc.
2017 | Tesis | S2 Ilmu KehutananMonyet ekor panjang adalah satwa yang sering mengganggu atau berkonflik dengan manusia. Kecamatan Tepus merupakan daerah terluas yang memiliki gangguan monyet ekor panjang di Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik lahan yang diganggu dan tidak diganggu oleh monyet ekor panjang serta faktor-faktor yang mempengaruhi adanya gangguan. Pengambilan data dilaksanakan pada Oktober 2016 - November 2016. Lokasi penelitian ini meliputi tiga desa yang ada di Kecamatan Tepus yaitu desa Tepus, Purwodadi, dan Sidoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah protocol sampling untuk mengetahui karakteristik habitat yang diganggu dan tidak diganggu. Uji beda antara habitat terganggu dan tidak terganggu dianalisis dengan software R-statistik. Daerah yang memiliki lahan paling luas diserang monyet ekor panjang di Kecamatan Tepus adalah Desa Tepus. Berdasarkan hasil uji beda, variabel yang memiliki perbedaan secara signifikan antara lahan yang terganggu dan tidak terganggu adalah variabel penutupan tajuk, penutupan tumbuhan bawah, penutupan vertikal 100-200, dan kepadatan semak. Sedangkan faktor yang mempengaruhi adanya gangguan adalah penutupan tajuk, penutupan vertikal 0-30, penutupan vertikal 30-100, dan penutupan vertikal 100-200. Penutupan tajuk paling sensitif memengaruhi adanya gangguan pada tingkat 10-30%, penutupan vertikal 0-30 paling sensitif memengaruhi adanya gangguan pada tingkat 70-90%, penutupan vertikal 30-100 paling sensitif memengaruhi adanya gangguan pada tingkat 10-20%, dan penutupan vertikal 100-200 paling sensitif memengaruhi adanya gangguan pada tingkat 2-5%. Penyelesaian konflik yang telah dilakukan yaitu dengan pemasangan jarring dan mengunakan anjing untuk menjaga lahan.
Long-tailed Macacaque often conflicts with humans. Tepus district was reported as the largest district in Gunung Kidul regency affected by this conflict. This study aims to investigate the characteristics differences between disturbed and non-disturbed agricultural field by long-tailed macacaques. We collected various habitat characteristica i.e. vegetation and abiotic factor in those two areas. A comparation test in this study was analyzed by R-statistic. The comparation test showed that canopy cover, ground cover, vertical cover from 100-200 and shrub density were different between those two areas. Meanwhile, factors that affected the presence of disturbance were canopy cover, vertical cover from 0-30, 30-100, and 100-200. Canopy cover is the most sensitive affect disturbance on level cover 10-30%, vertical cover from 0-30 has sensitivity on 70-90 %, vertical cover from 30-100 on 10-20 % and vertical cover from 100-200 on 2-5 %. Further action is needed to reduce the disturbance probability through setting mistnet and using dog to guard the field.
Kata Kunci : Monyet Ekor Panjang, gangguan satwa, Kecamatan Tepus, long-tailed macacaque, tepus subdistrict, disturbance location