Laporkan Masalah

Daya Dukung Lingkungan Wisata di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pondok Bulu, Provinsi Sumatera Utara.

MUHAMMAD GANDA S, Prof. Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe, M.P

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Kegiatan wisata alam di KHDTK Pondok bulu perlu untuk diketahui daya dukung lingkungan wisatanya, sehingga dapat mencegah dampak negatif dan mendukung strategi pengelolaan dan pengembangan wisata yang lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung lingkungan wisata yang meliputi daya dukung ekologis, daya dukung lingkungan fisik (PCC), daya dukung riil (RCC) dan daya dukung efektif (ECC), serta daya dukung sosialpsikologis masyarakat setempat dan pengunjung wisata di KHDTK Pondok Bulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisis daya dukung ekologis menurut Douglas (1975), analisis daya dukung lingkungan fisik (PCC) yang dikembangkan oleh Fandeli dan Muhammad (2009), yang termodifikasi menjadi daya dukung riil (RCC) dan daya dukung efektif (ECC) (Zacarias dkk., 2011), serta analisis deskriptif terhadap persepsi masyarakat dan pengunjung wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa luas areal minimal yang dibutuhkan untuk kegiatan wisata piknik adalah 9,25 hektar dengan daya dukung ekologis sebesar 81 pengunjung/hektar, sedangkan untuk wisata berkemah luas areal minimal adalah 22,32 hektar dengan daya dukung ekologis sebesar 43 pengunjung/hektar. Luas areal dan daya dukung ekologis ini dapat menjadi dasar bagi rencana pengembangan wisata piknik dan berkemah yang lestari. Berdasarkan daya dukung fisik lingkungan, jumlah pengunjung per hari untuk kegiatan wisata piknik dan berkemah di KHDTK HDPB saat ini masih dapat didukung oleh lingkungan, untuk wisata piknik jumlah pengunjung maksimum berdasarkan nilai PCC sebesar 231 pengunjung/hari, RCC sebesar 224 pengunjung/hari, dan ECC sebesar 163 pengunjung/hari. Sedangkan untuk wisata berkemah, jumlah pengunjung maksimum berdasarkan PCC sebesar 111 pengunjung/hari, RCC sebesar 108 pengunjung/hari, dan ECC sebesar 79 pengunjung/hari. Nilai daya dukung fisik lingkungan ini dapat menjadi dasar dalam menetapkan batas jumlah pengunjung wisata di KHDTK Pondok Bulu untuk tujuan pengelolaan yang lestari. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap pengunjung masih tergolong tinggi, dengan 96,8% menyatakan tidak terganggu terhadap kehadiran pengunjung, 88,14% tidak terganggu terhadap perilaku pengunjung dalam berwisata selama ini, serta 84% menginginkan adanya peningkatan terhadap jumlah pengunjung. Terkait dengan rencana pengembangan ekowisata 97% masyarakat menyatakan mendukung rencana tersebut. Tingkat kepuasan pengunjung mencapai 85,33% dan tingkat kenyamanan mencapai 74,67%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan wisata yang di KHDTK HDPB masih dapat didukung berdasarkan sosial-psikologis masyarakat setempat dan pengunjung wisata.

Natural tourism activities at KHDTK Pondok bulu need to know the carrying capacity of the tourist environment, so as to prevent negative impact and support the strategy of sustainable tourism management and development. The objectives of study were to determine the ecological carrying capacity, physical carrying capacity (PCC), real carrying capacity (RCC), effective carrying capacity (ECC), and know the social-psychological carrying capacity of local communities and visitors in KHDTK Pondok Bulu. The methods analysis used the analysis of ecological carrying capacity according to Douglas (1975), analysis of physical environmental carrying capacity (PCC) developed by Fandeli and Muhammad (2009), which is modified to real carrying capacity (RCC) and effective carrying capacity (ECC) (Zacarias et al., 2011), and descriptive analysis based on local peoples perceptions and tourist visitors. The results showed that the minimum area required for picnic tourism activities was 9.25 hectares with ecological carrying capacity was 81 visitors / hectare, while for camping tourism the minimum area required was 22.32 hectares with the ecological carrying capacity are 43 visitors / hectare. These acreage and ecological carrying capacity can form the basis for a sustainable picnic and camping tourism development plan. Based on the physical environment carrying capacity, the number of visitors / day for picnic and camping activities at KHDTK HDPB could still be supported by the environment, maximum number of visitors for camping tours based on PCC are 231 visitors / day, RCC are 224 visitors / day, And ECC are 163 visitors / day. As for camping tours, the maximum number of visitors based on PCC are 111 visitors / day, RCC are 108 visitors / day, and ECC are 79 visitors / day. These physical environment carrying capacity could be the limit number of tourist visitors at KHDTK Pondok Bulu for sustainable management purposes. The result of the questionnaire showed that the level of public acceptance of the visitors was still high, with 96.8% saying it was not disturbed by the presence of visitors, 88.14% was not disturbed by visitor behavior during the trip, and 84% wanted to increase the number of visitors. In relation to the ecotourism development plan, 97% of the people said they supported by the plan. The level of visitor satisfaction reached 85.33% and comfort level reached 74.67%. Thus it can be said that tourism activities in KHDTK HDPB could still be supported based on the socialpsychological of local people and tourist visitors.

Kata Kunci : daya dukung, wisata, KHDTK Pondok Bulu;carrying capacity, tourism, KHDTK Pondok Bulu