Laporkan Masalah

PENGALAMAN AKSEPTOR VASEKTOMI DI KABUPATEN BANTUL

MASRINA MUNAWARAH T, Dr. Budi Wahyuni.,M.M.,M.A.; Widyawati.,S.Kp.,M.Kes.,PhD.

2017 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar belakang : Partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi, khususnya vasektomi masih sangat rendah di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya dalah kondisi sosial lingkungan yang membatasi pria dari keterlibatan penggunaan kontrasepsi. Masing-masing daerah atau kelompok masyarakat memiliki keunikan budaya yang membentuk perspektif pria dalam memilih vasektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pria dalam menggunakan kontrasepsi vasektomi. Eksplorasi pengalaman akseptor vasektomi akan membantu memberikan informasi yang dapat digunakan pemberi layanan kesehatan dalam memberikan edukasi dan konseling tentang kontrasepsi pria kepada masyarakat. Metode: Kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam semi terstruktur pada 9 partisipan akseptor vasektomi di Kabupaten Bantul. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan metode purposive sampling variasi maksimum. Triangulasi sumber dengan istri akseptor dan petugas KB. Analisis data menggunakan Colaizzi (1978) dibantu software Opencode versi 4.03. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama yaitu: motivasi vasektomi; perubahan setelah vasektomi dan kemudahan dan tantangan teknologi vasektomi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akseptor merasa percaya diri setelah melakukan vasektomi, pasangan akseptor merasa mendapatkan keseimbangan fisik dan psikis dan proses konstruksi positif vasektomi di masyarakat melalui budaya getok tular. Kesimpulan: Akseptor vasektomi merasa percaya diri berkaitan dengan image positif pria sebagai kepala keluarga dan menjadi contoh akseptor vasektomi di masyarakat. Secara umum, vasektomi merupakan pilihan yang memuaskan bagi pasangan berkaitan dengan tidak adanya keluhan secara fisik maupun psikis.

Background: The phenomenon of the vasectomy contraception usage is such a complex experience. Each of community has its own uniqueness of cultures that forms mens perspectives in selecting and using vasectomy contraception. This study aims at exploring the mens experiences in using vasectomy contraception. Method: Nine research participants participated in semi-structured interview for approximately 60 minutes. Triangulation sources were the acceptors wives and Keluarga Berencana (Family Planning) assistants. The finding of the study was transcribed and analysed through Colaizzi (1978) with Opencode software version 4.03. Findings: This study obtained three main themes including: vasectomy motivation; changes experienced after vasectomy as well as eases and challenges of vasectomy technology. This study found that vasectomy brings confidence for the acceptors, generates physical and psychological balance of acceptor pairs and it also presents positive construction in society. Conclusion: Vasectomy acceptors feel confident in relation to the positive image of a man as the family leader and become the example of it in society. Generally, vasectomy is a choice that satisfies pairs in which physical and psychological complaint is in absence.

Kata Kunci : pengalaman, pria, vasektomi, kontrasepsi, experience, man, vasectomy, contraception

  1. S2-2017-388303-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388303-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388303-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388303-title.pdf