Laporkan Masalah

PERSEPSI PEMUDA TENTANG GERAKAN JOGJA INDEPENDENT (JOINT) DALAM PELAKSANAAN PILWALKOT KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2017 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN POLITIK PEMUDA (Studi Pada Relawan Jogja Independent (JOINT) di Kota Yogyakarta)

DESIANA RIZKA F, Prof. Dr. Agus Pramusinto, M.D.A ; Prof. Dr Djoko Soerjo, M.A

2017 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan politik dari sisi masyarakat, dengan mengamati persepsi para pemuda (relawan) gerakan terhadap gerakan independen di Kota Yogyakarta tahun 2017. Ketahanan politik tidak hanya dapat dikaji dari hal yang sifatnya state centic, namun bisa dilihat pada elemen masyarakat. Pengalaman dan pandangan youth as active citizens terhadap proses di dalam gerakan telah berkontribusi pada ketahanan politik pemuda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada para relawan muda JOINT baik itu kandidat maupun relawan umum JOINT, melakukan observasi, serta pengumpulan berbagai dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada awalnya para pemuda cukup optimis dengan keberadaan gerakan Jogja Independent yang berusaha menawarkan alternatif cara baru dalam berpolitik. Ideologi, visi, dan misi yang ditawarkan oleh JOINT dianggap relevan sebagai sarana berpolitik tanpa melalui jalur partai politik. Namun mereka menilai bahwa strategi dan pengorganisasian gerakan masih kurang matang dan kurang menyasar masyarakat akar rumput. Di samping itu, para relawan juga belum memiliki ruang untuk mengakomodasi kepentingan pemuda, karena mereka hanya dilibatkan dalam teknis administratif semata. Meskipun secara substansi pemuda belum memiliki ruang sama halnya seperti di dalam partai politik, para pemuda mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berpolitik dalam gerakan Jogja Independent. Dari sisi keyakinan, pemuda cukup optimis bahwa berpolitik dapat dilakukan dengan jalan yang bersih dan demokratis, namun hal ini tetap membutuhkan waktu dan strategi yang tepat. Meskipun tidak memungkiri bahwa banyak relawan yang justru berhenti paska gagalnya gerakan, pengetahuan yang didapatkan dalam gerakan telah menstimulasi para relawan untuk membuat gerakan dan mengadakan edukasi politik di masa mendatang. Bahkan para relawan ada yang bergabung dalam gerakan politik dan mengadakan berbagai penelitian dalam rangka merespon dinamika lokal. Keyakinan, pemikiran, dan langkah konkret para pemuda merupakan bentuk dari checks and balances dalam merespon dinamika politik dan mengawal pembangunan yang lebih baik.

This research purposes to review political resilience from society's perspective, and focused on youth's perception of independent political movement in Yogyakarta Region. Political resilience can not only be analyzed from state centric perspective, but also focusing on society. The experience and opinion of youth as active citizens for various proccess in the independent movement have contributed in youth political resilience. The research method used was qualitative descriptive using case studies in Yogyakarta Region. Data collections was done through in-depth interviews with the JOINT's youth volunteers as candidates and general volunteers, observations, and also strengthen with related documents. This research shows that at the beginning the youths were optimistic with the existence of Jogja's Independent Movement that tried to offer an alternative way for young generation to get involved in political practices. The ideology, vision and mission offered by JOINT were considered relevant as one of the alternatives for young people to get actively involved in political practices without taking a part in political parties. However, they consider the strategy and management of the organization are not developed enough that they often failed to reach the lower class communities. Furthermore, the volunteers are yet to have the space to accommodate their needs, because they are only involved in technical-administrative process. Although the young people are yet to earn the space in the substantial matter like they would have imagined, yet they certainly earned the experience and political practical lessons in Jogja Independent Movement. With this belief, youth were optimist that clean and democratic political process could be used when they have a good strategy and enough time. Although volunteers quit, the knowledge could stimulate themselve to plan a movement and political education in the future. There are some volunteers that joined in political movement and held some research as a response for local political dynamics. Their belief, thoughts, and action are parts of checks and balances to response political dynamics and ensure for a better local development.

Kata Kunci : Persepsi, Pemuda, Gerakan Politik Independen, Ketahanan Politik Pemuda

  1. S2-2017-389687-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389687-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389687-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389687-title.pdf